LANGIT7.ID, Jakarta - Allah menyerukan kepada hamba-hambaNya untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa. Seruan takwa pada surat Ali Imran ayat 102 sering disampaikan khatib Jumat.
Surat Ali Imran ayat 102:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Arti: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.
Ayat ini turun berkenaan dengan seruan kepada kaum Muslimin terutama kaum Aus dan Khazraj agar mereka tetap di Madinah, beriman, bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dengan memenuhi segala kewajiban takwa.
Baca Juga: Semarakkan 17 Ramadhan, JIC Akan Helat Khatmul Quran KubraDengan mengerahkan segala daya dan kemampuan untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, secara keseluruhan, dan jangan mati, melainkan dalam keadaan memeluk agama Islam.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, mengenai firman Allah اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه "Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya."
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abdullah Ibnu Mas'ud, ia berkata: "Agar Dia ditaati dan tidak ditentang, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri, dan tidak diingkari." Isnad ini shahih mauquf.
Sa'id bin Jubair, Abul 'Aliyah, Rabi' bin Anas, Qatadah, Muqatil bin Hayyan, Zaid bin Aslam, as-Suddi dan yang lainnya berpendapat, bahwa ayat ini dinasakh dengan firman Allah فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ yang artinya “Maka bertakwalah kepada Allah menurut kemampuanmu." (QS. At-Taghaabun: 16).
Baca Juga: Bulan Ramadan, Momen Tingkatkan Kesalahen Individu dan SosialAli bin Abi Thalhah, meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, ia berkata, "Ayat tersebut tidak dinasakh, tetapi yang dimaksud takwa yang sebenar-benarnya adalah berjihad di jalan Allah sebenar-benar jihad dengan tidak merasa takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela, berlaku adil meskipun terhadap diri mereka sendiri, orang tua, dan anak-anak mereka."
Sedangkan firman-Nya, وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْن "Dan janganlah sekali-kali kamu meninggal dunia melainkan dalam keadaan beragama Islam," maksudnya, tetaplah berada dalam Islam semasa kalian masih dalam keadaan sehat dan selamat agar kalian meninggal dunia dalam keadaan Islam.
Sebab dengan kemurahan-Nya, Allah yang Maha Pemurah telah menjadikan sunnah-Nya bahwa barangsiapa yang hidup di atas suatu keadaan, maka ia pun akan meninggal dunia dalam keadaan tersebut. Dan barangsiapa meninggal dunia di atas sesuatu keadaan, maka ia pun akan dibangkitkan dalam keadaan itu pula. Semoga Allah melindungi kita dari keadaan selain Islam.
Baca Juga: Apa Pengertian Lailatul Qadar dan Kapan Malam Itu Terjadi?(zhd)