LANGIT7.ID, Jakarta - Pengertian Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Lailatul Qadar atau Malam Qadr lebih baik daripada seribu bulan.
Keberadaan Lailatul Qadr merupakan salah satu keistimewaan pada bulan Ramadhan. Pada Malam Qadar, para malaikat Allah yang mulia dipimpin Malaikat Jibril turun ke langit dunia untuk mengatur segala urusan yang telah ditentukan-Nya di Lauh Mahfuz.
Imam Al-Qurtubi dalam Tafsir Al-Qurtubi menafsirkan, makna Lailatul Qadar adalah malam ditetapkannya ketentuan-ketentuan atau dapat disebut pula malam taqdir. Dinamakan malam takdir karena pada saat itu Allah menetapkan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.
Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat: Ramadhan Kado Terindah Umat Islam Para ulama berbeda pendapat, apakah Lailatul Qadar itu terdapat pada umat-umat terdahulu ataukah ia merupakan keistimewaan bagi umat ini? Dalam hal ini terdapat dua pendapat sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir.
Abu Mushab Ahmad bin Abi Bakar az-Zuhri mengatakan, Malik memberitahu kami bahwasanya bahwa Rasulullah pernah diperlihatkan kepada beliau umur-umur manusia sebelumnya atau apa saja yang dikehendaki Allah mengenai hal tersebut, seakan-akan umur umat beliau ini terlalu pendek untuk bisa mencapai amal yang telah dicapai oleh umat lainnya dalam hal panjang umur. Kemudian Allah memberinya Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Pada sisi lain, Al-Khuthabi meriwayatkan ijma' padanya dan dinukil oleh ar-Radhi secara tegas dari pendapat tersebut. Dan yang ditunjukkan oleh hadits bahwa Lailatul Qadar itu juga terdapat pada umat-umat terdahulu, seperti umat kita sekarang ini.
Baca Juga: Keutamaan Bulan Ramadhan: Terdapat Malam Lailatul Qadar Kapan pastinya malam Lailatul Qadar itu terdapat perbedaan pula di kalangan ulama. Ada yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar itu terdapat pada malam 17 Ramadhan dan ada yang berpendapat pada malam 21, malam 23, malam 23, malam 27, dan malam 29.
Meski demikian, manusia bisa memprediksi Malam Lailatul Qadar dengan melihat pertanda. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari 'Ubadah bin ash-Shamit bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai Lailatul Qadar, lalu Rasulullah bersabda:
"Pada bulan Ramadhan, carilah ia (Lailatul Qadar) pada malam sepuluh terakhir, karena ia ada di malam ganjil; malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau pada malam terakhir."
Baca Juga: Kreasi Takjil Spesial, Lumpia Kurma Keju ala Sisca Soewitomo(zhd)