Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home masjid detail berita

Bulan Ramadan, Momen Tingkatkan Kesalahen Individu dan Sosial

arif purniawan Rabu, 13 April 2022 - 06:32 WIB
Bulan Ramadan, Momen Tingkatkan Kesalahen Individu dan Sosial
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Umat Islam seyogianya tidak hanya meningkat dalam spiritual keagamaannya selama bulan Ramadhan, melainkan juga baik dalam kehidupan dengan bermasyarakat.

Alquran menganjurkan adanya keseimbangan antara ibadah spiritual dan hubungan dengan sosial, sehingga Islam bisa membumi.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah (Jateng) H Tafsir mengatakan, agama Islam yang turun dari langit itu diimplementasikan di bumi. Bukan hanya ibadah spiritual pribadi saja yang terus ditingkatkan.

“Jangan terlalu asyik dengan ibadah spiritual. Idealnya dalam Alquran itu seimbang, kesalahan pribadi dan kesalehan sosial,” kata Tafsir.

Baca juga: Sikap Mandiri dalam Islam, Ini Harapan Rasul terhadap Umatnya

Terkait kesalahan individu dan sosial ini termaktub alam Quran surat Ali Imran ayat 112 :

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْٓا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَنْبِۢيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ
Artinya : Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.

Menurut Tafsir, pada kenyataannya, kehidupan tidak selamanya selalu ideal. Ada seseorang yang menonjol dalam kehidupan sosialnya, tapi rendah dalam ibadah spiritualnya. Tentu hal ini masih jauh dari kata ideal.
Untuk menyeimbangkan hal ini, bisa dimulai dari pendidikan dalam lingkungan keluarga.
“Dari keluarga memiliki pengaruh yang besar. Apalagi jika keluarga tersebut memiliki spiritual tinggi, akan memberi dampak yang signifikan, ini bisa membangun kesalehan individu dan sosial,” ucapnya.

Jika jiwa sosialnya tinggi, kata Tafsir, umat Islam akan lebih mencintai terhadap sesama. Pada akhirnya, ini akan membentuk jiwa yang santun dan memiliki kasih sayang. Selain itu juga akan menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi.

“Baik antara pemimpin dan yang dipimpin, begitu juga antara orang kaya dan miskin,” kata dia.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Ahmad Rofiq menuturkan, kepekaan sosial akan tumbuh ketika seseorang sedang menjalankan ibadah puasa.

Baca juga: Semakin Diminati Milenial, Wakaf Masih Butuh Literasi

Mereka yang menjalankan ibadah rukun Islam keempat ini bisa berempati terhadap orang di sekitarnya, khususnya kepada orang yang kurang mampu, pada saat merasakan lapar dan haus.

“Kalau hari-hari biasa di luar Ramadhan, mungkin sesuatu yang biasa, ketika melihat orang miskin di sekitar kita. Tapi saat Ramadan, hati kita akan mudah tergerak untuk terjun langsung membantu,” katanya.

Karena itu, kata Ahmad, seseorang yang memiliki rejeki berlimpah juga tidak segan menyisihkan kepada kaum duafa atau warga yang belum berkecukupan. Hal ini merupakan imbas puasa yang juga bisa membersihkan dan membuka hati bagi yang menjalankannya.
“Ada distribusi kekayaan. Ini bisa mendinginkan tensi, antara orang yang belum berkecukupan dengan yang mampu,” ujar dia.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji menambahkan, seseorang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi, hati tidak hanya dekat kepada Allah, melainkan harus bisa menumbuhkan kepedulian sosial.
“Gus Mus menyebut, ini totalitas hati. Hendaknya tetap melakukan hubungan baik,” ujarnya.

Dia berpesan agar kesalehan individu terus ditingkatkan, sehingga bisa mempertebal kesalehan sosial. Jika seseorang amal ibadahnya bagus, tapi hubungannya dengan masyarakat tidak baik, berarti ada yang kurang pas.

“Harus ada intropeksi. Bisa saja niatnya dalam ibadah tidak lurus, misal ingin mendapat pujian, perlu ada muhasabah,” tandasnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)