LANGIT7.ID, Jakarta -
Generasi milenial dengan segmentasi usia 24-35 tahun, disebut semakin menunjukkan minatnya terhadap wakaf. Namun masih butuh literasi terhadap mereka atas amalan tersebut.
General Manager
Dompet Dhuafa, Bobby P Manullang menyebutkan, terjadi pergeseran minat, di mana wakaf mulai digemari milenial.
Dompet Dhuafa mencatat, sejak 1993-2021 terdapat total donatur sebanyak 554.680 orang. Dengan 24.929.563 jiwa sebagai penerima manfaat program.
Baca Juga: Mengenal Wakaf, Amal Jariyah yang Tak Pernah Putus"Wakaf hari ini terkenal tapi belum dikenal. Kami harap wakaf secara literasi terus berkembang," katanya dalam workshop Wakaf Goes to Campus, yang diselenggarakan Badan Pengelola Investasi dan Dana Sosial (BPIDS) IPB, beberapa waktu lalu.
Saat ini, lanjut dia, masyarakat baru memahami manfaat wakaf untuk tiga hal, yakni wakaf masjid, madrasah dan makam.
Lebih dari itu, wakaf memiliki peran penting yang dapat meringankan beban masyarakat. Bahkan, hal ini tercermin saat wabah pandemi Covid-19.
Senada dengan hal itu, Kepala BPIDS IPB, Jaenal Effendi menambahkan, wakaf juga dapat dijadikan sebagai alternatif dana sosial atau social source of fund.
"Seperti di IPB sendiri yang telah memiliki beberapa fasilitas, seperti wakaf water station, pemakaman untuk warga IPB. Juga wakaf beasiswa bagi mahasiswa," ungkapnya.
Bahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya mengaku akan meluncurkan wakaf sawah. Serta wakaf lainnya untuk menciptakan kemaslahatan, terutama di lingkungan kampus.
(bal)