LANGIT7.ID, Jakarta - Nabi Muhammad SAW
beri'tikaf dan menghidupkan malam
Ramadhan dengan shalat sunnah, merenung, berdoa. Dalam doanya, Rasulullah membaca doa yang dikenal sapu jagad.
Muhammad Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (1999) mengungkapkan, salah satu doa yang paling sering beliau baca dan hayati maknanya adalah, yakni:
"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar."
Artinya, "Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka."
Baca Juga: Malam ke-27 Ramadhan, Maksimalkan Ibadah demi Lailatul QadarDilansir laman NU, doa tersebut sering dipanjatkan Nabi Muhammad SAW, selain permohonan untuk memperoleh kebajikan di dunia dan akhirat, juga sebagai upaya meraih kebajikan tersebut.
Doa yang dikenal sebagai doa sapu jagad itu sendiri mengandung makna permohonan yang bisa diraih melalui sebuah usaha. Artinya, dampak dari doa tersebut tidak hanya untuk mendapatkan kebajikan di dunia, tapi juga bagaimana kebajikan tersebut berlanjut hingga di hari kemudian.
Hal ini sesuai dengan hakikat malam Lailatul Qadar itu sendiri yang kebaikan dan kemuliaannya bersifat tanazzalul (berkesinambungan).
Rasulullah menganjurkan membaca doa itu sambil mengamalkannya saat i’tikaf di masjid, khususnya ketika melakukan perenungan dan penyucian jiwa. Masjid adalah tempat suci, tempat segala aktivitas kebajikan bermula.
Selain itu, di masjid juga seseorang dapat menghindar dari hiruk pikuk yang menyesakkan jiwa dan pikiran, itulah sebabnya ketika melakukan i’tikaf, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak doa dan bacaan Al-Quran, atau bahkan bacaan-bacaan lain yang dapat memperkaya iman dan ketakwaan.
(bal)