LANGIT7.ID, Jakarta -
Masjid Quba merupakan rumah ibadah yang pertama kali dibangun Nabi shallallahu alaihi wasallam. Namun tempat itu bukan tujuan utama perjalanan spiritual.
Dalam Islam, perjalanan spiritual yang dikehendaki hanya tiga tempat. Hal berdasarkan hadist Rasulullah dari Abu Hurairah.
Nabi bersabda: "Tempat yang layak dijadikan tujuan safar hanyalah tiga masjid, yaitu Masjid Kabah (Masjidil Haram), Masjidku (Masjid Nabawi) dan Masjid Iliya (Masjid Al Aqsa)." (HR Muslim ).
"Hanya tiga tempat ini yang diperkenankan Rasulullah SAW kepada kita untuk melakukan perjalanan spiritual ketempat yang khusus atau tempat khusus," ujar Ustadz Johan Saputra Halim dikutip dari Kanal YouTube Yufid, Rabu (4/5/2022).
Baca Juga: 5 Fakta Masjid Quba, Masjid Pertama yang Didirikan RasulullahDia menambahkan, tidak ada yang lain bahkan Masjid Quba pun tidak termasuk didalamnya.
"Bahkan Masjid Quba, Masjid pertama yang didirikan Rasulullah SAW, Masjid yang memiliki keutamaan, dan ia diziarahi serta dikunjungi karena keberadaannya di Madinah kota Nabi SAW, tidak disyariatkan untuk menyengaja dari luar Madinah melakukan safar spiritual khusus ke Masjid Kubah tersebut," katanya.
"Bisa dibayangkan, padahal itu Masjid Quba. Bagaimana lagi jika menyengaja untuk melakukan perjalanan spiritual ke kuburan tertentu, ini justru lebih terlarang lagi," ujarnya.
Ustadz Johan lalu menjelaskan penyebab tidak diizinkannya melakukan perjalanan spiritual selain tiga tempat di atas.
Menurut dia, melakukan perjalanan spiritual ke kuburan-kuburan tertentu merupakan salah satu penyebab orang terdahulu binasa, maka itu jika tidak ingin sejarah terulang kembali, jangan dilakukan.
"Kenapa? Karena itu akan membuka cela-cela menuju kesyirikan. Itu akan menjadikan pengagungan ke kuburan tertentu atau kuburan yang dianggap keramat. Dan itu lah yang menyebabkan binasa umat-umat terdahulu, mereka mengagungkan kuburan tertentu, kuburan orang sholeh mereka, kuburan para Nabi mereka," katanya.
"Dan kita dilarang untuk menyerupakan tradisi umat-umat terdahulu, dan inilah bentuk kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya, beliau tidak ingin kita terjatuh kejurang yang sama dimana umat-umat terdahulu jatuh kedalamnya," ujar Ustadz Johan.
(bal)