Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Bolehkah Puasa Syawal Sebelum Qadha Puasa Ramadhan?

Muhajirin Kamis, 05 Mei 2022 - 01:05 WIB
Bolehkah Puasa Syawal Sebelum Qadha Puasa Ramadhan?
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Puasa sebulan penuh merupakan kewajiban setiap umat Islam pada bulan suci Ramadhan. Namun sayang, tidak semua umat Islam mampu menjalan puasa sebulan penuh.

Beberapa contoh, wanita haid, wanita hamil atau menyusui, atau orang yang tengah dalam perjalanan. Golongan ini merupakan kelompok orang yang boleh berbuka pada siang hari saat Ramadhan. Namun harus di-qadha setelah Ramadhan.

Dari situ muncul permasalahan tentang pelaksanaan puasa syawal, apakah harus menunaikan qadha terlebih dahulu atau boleh menjalankan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal?.

Dalam hal ini, yang paling utama adalah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim).

Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Syawal, Tanda Ibadah Ramadhan Diterima hingga Sehatkan Pencernaan

Mengutip laman resmi dompet dhuafa, kata ‘kemudian’ dalam hadits itu dimaknai oleh para ulama sebagai urutan untuk menjalankannya. Selain itu, hukum menjalankan ibadah qadha adalah wajib, sedangkan puasa 6 hari Syawal adalah sunnah. Maka ibadah wajib harus didahulukan sebelum puasa sunnah.

Namun, ada keringanan bagi seorang muslim yang memiliki udzur syar’i, seperti sedang safar di bulan Syawal, sehingga tidak sempat menjalankan qadha terlebih dahulu, sementara Syawal sudah mau berakhir. Maka hal itu tetap diperbolehkan, berdasarkan perkataan Aisyah dalam sebuah hadits:

“Aku masih memiliki hutang puasa Ramadhan. Aku tidaklah mampu mengqadha-nya kecuali di bulan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menjelaskan, boleh menunda ibadah Qadha apabila ada udzur syar’i.

Bolehkan Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Senin-Kamis?

Ada kalanya puasa sunnah satu dengan yang lain jatuh pada hari yang sama. Misal, puasa sunnah 6 hari Syawal dan puasa Senin-Kamis. Hukum menggabungkan dua bua puasa sunnah adalah boleh.

Jika puasa Syawal jatuh pada Senin dan Kamis, boleh digabungkan. Jika puasa Syawal jatih di pertengahan bulan, diperbolehkan juga untuk menggabungkannya dengan puasa ayyamul bidh.

Hal itu merupakan pendapat mayoritas para ulama. Seperti yang dikatakan Syaikh Utsaimin:

“Jika puasa enam hari Syawal bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis, maka puasa Syawal juga akan mendapatkan pahala puasa Senin, begitu pula puasa Senin atau Kamis akan mendapatkan ganjaran puasa Syawal.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW, ‘Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala yang dia niatkan.” demikian fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fatawa Islamiyyah, 2:154.”

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)