LANGIT7.ID, Jakarta - Dosen Fakultas Agama Islam (FAI)
Universitas Muhammdiyah Surakarta, Hakimuddin Salim mengatakan, meminta jamaah untuk senantiasa tetap dalam keistiqomahan dalam beribadah.
Menurut dia, meski sudah tidak berada di bulan Ramadhan, namun ibadah selanjutnya bisa disempurnakan dengan puasa di bulan syawal selama enam hari.
Dia mengatakan, hal ini berdasarkan hadist Nabi SAW. Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim).
Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Syawal, Tanda Ibadah Ramadhan Diterima hingga Sehatkan PencernaanPuasa adalah ibadah rahasia antara seorang hamba dengan Allah. Ibadah puasa itu tidak seperti ibadah lainnya yang dilipat gandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat pahalanya.
Lantas apakah ibadah Ramadhan masih melekat setelah Idul Fitri? Berikut indikatornya:
1. Mengingkatnya KeikhlasanSaat bulan Ramadhan, setiap muslim dituntut meningkatkan rasa ikhlasnya menahan hawa nafsu selama sebulan penuh, tidak makan dan minum, menahan syawhat di siang hari, menjaga perilaku dan sebagainya.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dibalas dengan pahala tanpa batas.” (QS. Az Zumar [39] : 10). Bulan Ramadhan juga dinamakan dengan bulan sabar. Juga dalam hadits lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa adalah setengah dari kesabaran.” (HR. Tirmidzi*).
2. Mengingkatnya KetaatanIndikasi keberhasilan ibadah di bulan Ramadhan adalah meningkatnya ketaatan kepada Allah setelah bulan puasa berlalu. Meningkatnya amal-amal ketaatan serta istiqamah dengan ibadah yang dikerjakan. Misalnya, shalat semakin khusyuk, semakin rajin dan menjaga bacaan Al-Qur'an, ringan tangan dalam membantu sesama.
Dalam hadits, Rasulullah mengatakan bahwa orang yang rugi selama bulan puasa adalah yang hanya mendapat lapar dan haus. Ibadahnya tak berbekas sama sekali pada dirinya.
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).
3. Meningkatnya KeimananBulan Ramadhan adalah bulan pendidikan iman. Keberhasilan Ramadhan dapat diukur dari sejauh mana iman, ilmu, dan amal seorang muslim bertambah setelah menjalani puasa sebulan penuh. Secara tidak langsung ketika berpuasa, seorang muslim melakukan amalan saleh untuk meraih ridao Allah dan mendapatkan ampunan dari Allah.
(bal)