Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home masjid detail berita

Ada 9 Kepribadian yang Terbentuk Setelah Ramadhan

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 07 Mei 2022 - 11:03 WIB
Ada 9 Kepribadian yang Terbentuk Setelah Ramadhan
Dua anak laki-laki yang membaca Al-Quran. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah SWT telah berlalu. Ada banyak pelajaran yang didapat selama satu bulan tersebut.

Mulai dari pelajaran hidup hingga pembentukan kepribadian yang awalnya masih berantakan hingga berakhlak mulia.

CEO Rumah Konseling, Muhammad Iqbal Ph.D Psikolog mengatakan setidaknya ada 9 perilaku yang diharapkan terbentuk dari hasil "madrasah" Ramadhan bagi umat muslim.

Baca juga: Tadabur Ayat: Menjaga Spirit Ibadah dan Istikamah Pasca-Ramadhan

1. Perilaku sabar

Menurut dia saat Ramadhan umat muslim diwajibkan untuk berpuasa rasa lapar dan haus. Di samping itu, berpuasa juga mengajarkan kesabaran dan empati pada kaum dhuafa.

Sebab dengan rasa lapar umat muslim akhirnya dapat merasakan betapa beratnya hidup ketika tidak bisa makan dan minum.

"Outputnya adalah kita menjadi pribadi yang sabar. Perilaku sabar adalah karakter yang sangat penting dalam menjalankan kehidupan mencapai kesuksesan dunia dan akhirat." ujar Iqbal saat dihubungi Langit7, Jumat (6/5/2022).

Iqbal menambahkan, dalam konteks puasa sabar juga erat kaitannya dengan daya juang, tahan banting dalam mengendalikan hawa nafsu, baik seksual, emosi maupun pikiran serta perilaku.

"Dengan membentuk sikap sabar, puasa telah membentuk karakter muslim yang tenang dan kuat dalam menghadapi ujian kehidupan," katanya,

2. Menjaga shalat

Ramadhan mengajarkan umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, selama bulan Ramadhan pahala dilipat gandakan. Dan itu akan terjadi pada orang yang senantiasa istiqomah untuk menjalankan shalat wajib dan shalat sunnah untuk mendekatkan hubungannya kepada Allah SWT.

Menurut dia, bangun di tengah malam untuk bermunajat kepada Allah SWT merupakan perilaku yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Maka itu, diharapkan pasca Ramadhan seorang muslim menjadi pribadi yang menjaga shalat baik wajib maupun sunnah.

"Dengan shalat yang benar terbentuk karakter yang istiqomah dan senantiasa merasa diawasi dan dekat dengan Allah SWT. Sehingga ia dapat senantiasa melibatkan Allah dalam mengambil keputusan dalam hidupnya. Orang yang shalatnya benar akan membentuk pribadi yang berwibawa, percaya diri dan wajahnya memancarkan cahaya positif dalam diri dan orang lain," ucap Dosen Universitas Paramadina ini.

3. Perilaku sedekah

Selama bulan Ramadhan umat muslim juga dianjurkan untuk bersedekah, membayar zakat fitrah serta menjamu orang untuk berbuka. Sebab Anda telah merasakan betapa sulitnya menahan lapar dan dahaga.

Sehingga muncul empati dan kepedulian, yang tentu saja membentuk menjadi pribadi yang "ringan tangan" dan peduli kepada orang yang kesusahan dengan cara mengeluarkan sebagian dari rezeki yang dimiliki.

"Pasca Ramadhan diharapkan kita menjadi pribadi yang pemurah, senantiasa berbagi, mengeluarkan zakat serta peduli dengan lingkungan sosial termasuk dengan tetangga. Pribadi yang peduli dan dermawan akan memberikan ketenangan dan menghilangkan rasa cemas dalam menjalani hidup," tuturnya.

4. Membaca Al-Quran dan hadist

Ramadhan mendekatkan umat muslim untuk membaca, menghafal dan mengamalkan Al-Quran serta mempelajari agama. Ketua Asosiasi Psikolog Islam (API) DKI Jakarta ini berkata Al-Quran dan hadist merupakan panduan bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Baik terkait hubungan dengan Allah SWT, hubungan sesama manusia serta hubungan dengan alam semesta.

Tidak hanya itu, Al-Quran dan hadist juga banyak mengandung peringatan dan sejarah penting yang dapat menguatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Maka itu, pasca Ramadhan umat muslim diminta untuk senantiasa membaca dan mengamalkan al-Quran dan hadist dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ilmu dan amal tersebut akan dapat membentuk pribadi Anda yang berwawasan luas serta senantiasa memberi inspirasi bagi orang lain.

Baca juga: Khutbah Jumat: Tanda Sukses Ramadhan Kita

5. Perilaku tawadhu dan tidak sombong

Ramadhan juga dapat membentuk sifat tawadhu serta menjauhkan dari sifat sombong dan angkuh. Apalagi, kata Iqbal manusia terkadang memiliki sifat merasa hebat dan lainnya sehingga dibulan Ramadhan ini hal tersebut akan cepat teratasi.

"Terkadang kita merasa hebat karena usaha dan kerja keras kita sendiri yang akhirnya membuat kita sombong serta merasa lebih hebat dari orang lain. Puasa selama bulan Ramadhan mengajarkan kita bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan butuh pertolongan dari Allah SWT," katanya.

"Sifat sombong adalah sifat yang berbahaya karena bisa menjerumuskan seseorang dalam kekafiran dan kesesatan. Ramadhan membentuk pribadi yang tawadhu, menghargai orang lain serta menjaga sikap merendahkan serta meremehkan orang lain," lanjut dia.

6. Menjaga lisan

Di bulan Ramadhan umat muslim diajarkan betapa pentingnya menjaga lisan. Maka itu, bergunjing atau ghibah tidak dianjurkan untuk dilakukan sebab itu termasuk perilaku yang bisa mengurangi pahala puasa.

"Dalam Islam menggunjing digambarkan ibarat memakan daging mayat kawannya sendiri. Karenanya, pasca Ramadhan kita diharapkan menjadi pribadi yang menjaga lisan dari menyakiti hati orang lain," ungkapnya.

7. Keluarga harmonis

Ramadhan mengajarkan untuk senantiasa hidup harmonis dan berkumpul dengan keluarga. Menurut Iqbal, Ramadhan mengajarkan umat muslim tentang betapa berharganya sebuah ikatan keluarga.

Karenanya, diharapkan pasca Ramadhan, kehidupan keluarga seluruh umat muslim lebih harmonis, komunikatif, dan akrab. Ini merupakan sebuah bentuk energi positif yang dapat menyehatkan mental dan saling menguatkan dalam sebuah keluarga.

8. Perilaku memaafkan

"Setelah Ramadhan, kita merayakan kemenangan dengan berhari raya Idul Fitri, di hari raya kita diminta untuk meminta maaf dan saling memaafkan. Perilaku ini merupakan ajaran yang sangat mulia, karena mengajarkan kita berlapang dada dan menjadi pribadi yang tidak pendendam," ujarnya.

Iqbal berkata dengan memaafkan hati menjadi tenang dan pikiran menjadi ringan, sehingga membuat jiwa menjadi lebih sehat, baik sehat fisik maupun mental. Ia menambahkan, perilaku memaafkan hendaknya menjadi akhlak seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Istiqomah Beribadah setelah Ramadhan, Mulai dari Puasa Syawal

9. Menjaga silaturahim

Setelah sebulan berpuasa dan Idul Fitri tiba, umat muslim dianjurkan untuk bersilaturahim dengan orang tua, keluarga, tetangga, kerabat, hingga teman. Nah, dimomen ini tentu dapat mengajarkan untuk senantiasa menjaga silaturahim, dimana manfaatnya bukanya hanya mempererat ikatan, namun juga membangun jejaring sosial.

Jadi, Ramadhan telah mengajarkan untuk menjadi pribadi yang suka bergaul, dan berinteraksi sosial bukan hanya dengan keluarga atau orang tua, tetapi juga pada masyarakat luas.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)