LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan 3 kasus meninggal dunia akibat penyakit hepatitis akut. Penyebab penyakit tersebut hingga kini masih menjadi misteri.
Kendati begitu, ahli medis terus melakukan penelitian untuk mengenal penyebab dan karakter penyakit tersebut.
Dokter spesialis Anak Konsultan Gastroentero-Hepatologi, dr Hanifah Iswari, mengatakan, dugaan awal penyakit tersebut adalah adenovirus, SARS CoV-2, maupun virus ABV. Virus itu diketahui menyerang saluran pencernan dan saluran pernafasan.
Baca Juga: Ini Gejala Awal dan Pencegahan Hepatitis Akut Misterius
Maka itu, dr Hanifah menyarankan kepada para orang tua agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
"Gejala awalnya adalah gejala di saluran cerna. Jadi, kita mesti waspada kalau anak kita mengalami gejala saluran cerna," kata Hanifah dalam konferensi pers secara virtual bersama Kemenkes, dikutip Jumat (6/5/2022).
Pada tingkat pencegahan di saluran pencernaan, Hanifah menyebut ada empat upaya pencegahan yang bisa dilakukan. Pertama, menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun.
Kedua, memastikan makanan atau minuman dimasak hingga matang. Ketiga, tidak menggunaan peralatan makan bersama dengan orang lain. Keempat, menghindari kontak anakanak dari orang yang sakit, agar anak-anak tetap sehat.
Sementara, pada tingkat pencegahan penularan hepatitis akut melalui saluran pernafasan, Hanifah mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.
(jqf)