LANGIT7.ID, Jakarta - Tradisi
mudik Lebaran pada 2022 meningkat signifikan lantaran pemerintah baru mengizinkan masyarakat untuk pergi ke kampung halaman usai dua tahun mobilitas dibatasi akibat Covid-19. Berdasarkan data Balitbanghub, sekitar 47 persen pemudik menggunakan jalur darat.
Hal tersebut berdampak pada meningkatnya permintaan Bahan Bakan Minyak (
BBM) hingga arus balik mudik Lebaran. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat lonjakan kenaikan permintaan BBM hingga 300 persen di SPBU yang berada di jalur tol wilayah
Jawa Tengah.
Baca Juga: Arus Mudik Tetap Macet Meski Direkayasa, Pengamat: Perlu Segera EvaluasiKendati demikian,
BPH Migas menjamin ketersediaan bahan bakar minyak untuk pemudik aman. "Stok bahan bakar minyak aman di seluruh Indonesia," kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati dalam keterangannya, Ahad (8/5/2022).
Dalam laporan posko nasional sektor ESDM per 5 Mei 2022, ketersediaan bensin RON 90 sebanyak 1,3 juta kiloliter dengan ketahanan selama 16 hari. Sementara RON 92 sebanyak 726.000 kiloliter cukup untuk 36 hari, solar 1,9 juta kiloliter dengan ketahanan 21 hari. Kondisi stok elpiji sebesar 392.111 metrik ton dan penyaluran per hari 23.722 metrik ton dengan
coverage days sekitar 16,53 hari.
Dalam upaya menjamin ketersediaan BBM, BPH Migas bersama pemerintah juga menyiapkan layanan pendukung. Mulai dari tambahan mobil tangki, SPBU kantong, motoris, dan SPBU Modular Pertashop di jalan-jalan perlintasan mudik, jalur wisata dan kawasan peristirahatan di
jalan tol.
Baca Juga: 1,4 Juta Pemudik Naik Kapal Laut, Menhub: Mereka Bilang Seperti PlesiranDi sisi lain, Direktur Utama
Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan pihaknya juga memantau ketersediaan bahan bakar secara daring melalui aplikasi Pertamina
Integrated Enterprise Data and Center Command (PIEDCC). PIEDCC mengelola data secara terintegrasi dari hulu ke hilir selama 24 jam
realtime, baik itu untuk BBM, gas hingga avtur.
"Secara umum stok dan penyaluran BBM saat ini dalam kondisi aman dan berjalan lancar. Pertamina menjamin seluruh layanan BBM, khususnya Solar, Pertalite, Pertamax, dan Avtur dalam kondisi normal," kata Nicke.
Tim PIEDCC melakukan analisa data menjadi informasi, mendeteksi data, anomali, menguji keandalan data serta menyusun
executive summary dan rekomendasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
KAI Commuter Operasikan 30 Perjalanan KRL Tambahan Yogyakarta-Solo Selama Lebaran 2022
5 Persiapan Penting saat Balik Mudik: Tentukan Jadwal hingga P3K(asf)