LANGIT7.ID, Jakarta - Penceramah,
Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengungkap 3 amalan mulia di bulan Syawal sesuai tuntunan Al-Qur'an dan hadits.
Secara etimologis, Syawal berarti peningkatan. Maka, itu umat Islam diharuskan meningkatkan ibadah setelah bersusah-payah mencapai derajat takwa pada bulan Ramadhan.
UAH menyebut, setelah Ramadhan, seorang muslim akan terlahir kembali seperti kertas yang masih bersih. Maka itu, kertas putih itu perlu dijaga dengan meningkatkan ibadah kepada Allah Ta'ala.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat: Ada 3 hal Utama Puasa SyawalNah, berikut ini 3 amalan yang bisa dilakukan pada bulan Syawal dikutip tausiah UAH berjudul '3 Amalan Utama di Bulan Syawal dengan Pahala Berlimpah':
1. Amalan Pada 1 SyawalUAH menyebut satu amalan pada 1 Syawal yang memiliki pengaruh besar ke hari-hari berikutnya. Kedatangan Syawal bagi orang yang berpuasa, bukan hanya karena selesai puasa, tapi juga ketika datang kepada Allah membawa hasil puasa.
Spirit 1 Syawal adalah semangat Idul Fitri. Nilai-nilai amalan puncak kebahagiaan sesuai dengan tafsiran Fitri. Ada 3 amalan utama pada hari Fitri:
- Berbagi Makanan
Idul Fitri merupakan momen berbagi makanan, terutama kepada orang-orang yang berha mendapat zakat. Niatkan untuk mengamalkan perintah Allah saat menyiapkan hidangan di hari Fitri.
UAH mencontohkan saat Nabi Ibrahim AS menjamu seorang tamu asing di malam hari. Sesaat kemudian tamu itu diketahui adalah malaikat. Allah membalas sikap Ibrahim memuliakan tamu dengan mengabulkan doanya, yakni memiliki anak dari Sarah yang telah divonis Menopause atau mandul.
- Mengucapkan Takbir Idul Fitri
Poin dari mengucapkan takbir Idul Fitri adalah hidayah atau perubahan. Allah menyandignkan kalimat takbir dalam Al-Qur'an dengan hidayah. Itu termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
"Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." (QS Al-Baqarah: 185).
"Sekarang Allah sudah berikan jalan hidayah melalui lisan anda untuk mengucapkan takbir, selanjutnya pilihan ada pada anda,. Cek ibadah anda apakah ada perubahan sebelum Ramadhan," kata UAH.
UAH menegaskan, kalimat takbir merupakan kalimat di lisan sebagai komitmen untuk beribadah.
- Syukur atas Nikmat
Allah Ta'ala berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat." (QS Ibrahim: 7).
"Syukur berbanding lurus dengan ikmat, sadar engga anda awal-awal Syawal biasanya banyak tambahan nikmat," ucap UAH.
"Mendapat nikmat bukan sebatas mengucapkan Alhamdulillah, namun juga mengungkapkan kebahagiaan atas nikmat yang diperoleh sesuai dengan ketentuan yang Allah tetapkan. Seperti nikmat kesehatan, ketika anggota tubuhnya digunakan sesuai dengan ketentuan yang Allah tetapkan," ucap UAH.
2. Amalan Syawal Sejak 2 SyawalSalah satu amalan sunnah yang bisa dilakukan seja 2 Syawal adalah puasa 6 hari. Orang yang berpuasa 6 hari pada bulan Syawal, maka dia seperti mengerjakan puasa sepanjang tahun
Puasa itu bisa dilakukan 6 hari berturut-turut atau bisa terpisah-pisah asal dikerjakan pada bulan Syawal. Sebab, jika ada undangan makan-makan saat berpuasa Syawal, maka berbuka diutamakan untuk memenuhi jamuan tamu.
Sementara, perempuan yang memiliki utang puasa ada dua pendapat. Pertama, melunasi utang wajib (qadha) terlebih dahulu, kemudian lanjut puasa Syawal. Kedua, mendahulukan puasa Syawal, kemudian lanjut qadha.
"Jika anda bertanya pendapat saya, saya mengambil pendapat pertama, karena khawatir usia sudah diambil sebelum utang selesai diganti," tutur UAH.
3. Dimulai Syawal hingga Syawal Tahun DepanUAH mengatakan, komitmen mengerjakan aturan syariat Islam dengan cara yang hanif (lurus dan benar) disebut fitrah yang Allah tetapkan saat kita diciptakan.
Meyakini dan mengamalkan syahadat. Kembali fitri, bukan hanya ada perubahan penampilan dan makanan tetapi ada perubahan dari fitrahnya.
(bal)