LANGIT7.ID, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) mencatat sebanyak 1,07 juta kendaraan kembali ke Jabodetabek pada H2 sampai dengan H4 lebaran. Angka tersebut tercatat di sejumlah gerbang tol.
Total volume lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek ini naik 58 persen jika dibandingkan lalu lintas normal periode November 2021 dengan total 680.916 kendaraan.
Untuk distribusi lalu lintas masuk Jabotabek dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 637.256 kendaraan (59,25 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung).
Baca Juga: Pantauan Lalin Jasa Marga: Arus Balik Mudik Mulai PadatKemudian 232.914 kendaraan (21,66 persen) dari arah Barat (Merak), dan 205.348 kendaraan (19,09 persen) dari arah Selatan (Puncak). Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:
Arah Timur (Trans Jawa & Bandung)- Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 405.393 kendaraan, meningkat sebesar 155,5 persen dari lalin normal.
- Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang dengan jumlah 231.863 kendaraan, meningkat sebesar 60,0 persen dari lalin normal.
Total lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 637.256 kendaraan, naik sebesar 109,9 persen dari lalin normal.
Arah Barat (Merak)Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 232.914 kendaraan, meningkat sebesar 2,93% dari lalin normal.
Arah Selatan (Puncak)Sementara itu, jumlah kendaraan yang menuju Jabotabek dari arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 205.348 kendaraan, meningkat sebesar 36,0 persen dari lalin normal.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, menjelaskan ada 2 juta kendaraan meninggalkan Jabodetabek.
"Kami mencatat total 2 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek saat mudik lebaran. Hingga kemarin, kami mencatat sekitar 1 juta kendaraan telah kembali ke Jabotabek, yang berarti masih ada sekitar 47 persen atau 990 ribu kendaraan yang belum kembali," kata Heru dalam keterangannya, Ahad (8/5/2022).
(bal)