LANGIT7.ID - Doa merupakan senjata orang beriman. Dengan doa, seorang mukmin bisa terhubung dengan Tuhannya. Maka memahami dan mengamalkan doa yang benar merupakan suatu keharusan yang dipikul oleh umat islam.
Dai Nasional dan Founder Syameela, Abu Bassam Oemar Mita, Lc, menjabarkan bahwa doa merupakan salah satu jalan dan pola yang harus dipahami manusia sebagai hamba. Adanya doa diharapkan dapat menyadarkan manusia untuk selalu mengingat Allah sebagai tempat meminta ampunan dan pertolongan.
“Doa itu lahir dari sebuah pemahaman, lahir dari sebuah kondisi makna. Allah jadikan manusia itu lemah, lapar, memiliki macam kelemahan untuk menjadi medan ujian bagi kehidupan manusia. Siapa mereka yang meminta dan berdoa kepada Allah dan siapa yang tidak berdoa dan tidak meminta pertolongan kepada Allah,” kata Ustadz Oemar Mita, melansir laman resmi UII, Senin (9/5/2022).
Ia juga mengungkapkan agar doa jangan hanya berhenti pada aspek formalitas fiqh semata, tetapi harus memiliki kedalaman ruhani terhadap nilai-nilai ketauhidan dan aqidah islam yang kuat.
Baca Juga: 7 Adab Berdoa kepada Allah, Salah Satunya Tidak Mengeraskan Suara
“Doa itu merupakan penjabaran tauhid dalam diri manusia. Maka inilah yang menjadikan kita akhirnya paham bahwa doa itu merupakan perkara besar. Doa tidak dipandang hanya dari sudut pandang fiqh, tetapi doa merupakan bagian dari aqidah. Jadi jangan dikira doa itu bagian dari fiqh saja, doa itu masuk dalam pusaran aqidah,” jelasnya.
Berdasarkan jejak historis, pentingnya doa telah diamalkan oleh umat-umat terdahulu. Bahkan para Nabi dan Rasul pun mempercayai bahwa doa yang mereka panjatkan terbukti terkabul setelah mereka berserah diri dan memohon pertolongan kepada Allah. Hal ini bisa dilihat di banyak ayat dalam Al-Qur’an.
Layaknya sebuah jembatan, doa secara tidak langsung menjadi penghubung antara manusia dengan Allah. Maka dari itu, untuk membangun kedekatan antara manusia dengan Tuhannya, maka alangkah lebih baiknya bagi manusia untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa.
“Kualitas kehidupan kita sangat dipengaruhi oleh doa. Doa itu tidak akan sampai bila manusia tidak membangun hubungan yang baik antara dirinya dengan Tuhannya,” pungkas Oemar Mita.
(jqf)