LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak yang bertanya soal cara mencegah
hepatitis akut. Namun penyakit ini masih misterius dan belum diketahui etiologinya, berbeda dengan hepatitis lainnya.
Guru Besar
Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad, Prof Dwi Prasetyo menjelaskan, penderita hepatitis akut ternyata negatif dari hepatitis A, B, C, D dan E.
"Pertama kali muncul di Inggris pada April lalu, dilaporkan tidak diketahui etiologinya atau jenis hepatitis non A, B, C, D, E," kata Prof Dwi dilansir dari laman Unpad, Rabu (11/5/2022).
Dari kasus yang terjadi, hepatitis misterius ini juga dilaporkan menyerang anak-anak. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan dapat menular ke orang dewasa.
Baca Juga: Imunitas Belum Kuat, Anak-Anak Rentan Tertular Hepatitis MisteriusDwi menyebutkan, hepatitis akut yang menyerang anak-anak diduga karena perkembangan imunitas anak yang belum kuat. Apalagi laporan penularan penyakit ini juga terjadi pada bayi yang baru lahir.
Higienis cegah hepatitisDwi menyebutkan, penerapan pola hidup sehat dapat mencegah penularan hepatitis. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup higienis, termasuk sering menjaga kebersihan tubuh.
"Utamanya menjaga kebersihan tangan. Apalagi, masyarakat sudah punya pengalaman tentang hidup sehat dari Covid-19. Ini salah satu cara mencegahnya,” imbau Dwi.
Adapun bagi masyarakat yang terindikasi tertular, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan.
Ciri umum yang mudah terlihat dari hepatitis yakni mata dan kulit yang menguning, warna urine kuning pekat, hingga memiliki gejala demam, mual, dan muntah.
"Segera lapor ke Puskesmas. Sekarang tenaga kesehatan sudah diberikan pedoman dan penanganannya, mulai dari petugas kesehatan di tingkat primer. Kalau di luar kompetensinya, pasien akan dirujuk secara berjenjang," katanya.
(bal)