LANGIT7.ID - Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mendoakan kesembuhan orang sakit. Itu merupakan salah satu adab dalam Islam yang perlu diperhatikan.
Dalam Islam, mendoakan orang lain adalah sebuah kebajikan. Bahkan, orang yang mendoakan kebaikan kepada orang lain akan diganjar kebaikan serupa. Jadi, tidak ada kata rugi ketika mendoakan kebaikan orang lain, apalagi mendoakan orang yang tengah sakit.
Dalam Kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi mengutip sejumlah riwayat yang memuat doa Rasulullah ketika menjenguk orang sakit. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah, Rasulullah SAW mengucapkan doa:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba'sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā'an lā yughādiru saqaman
"Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri."
Baca Juga: Adab Menantu Perempuan Rawat Ayah Mertua Ketika Sakit
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga membaca doa berikut ketika meruqyah salah seorang sahabat:
امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ
Imsahil ba'sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā'u. Lā kāsyifa lahū illā anta
"Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau."
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa berikut ini sebanyak 7 kali ketika berada di dekat orang sakit.
أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
As'alullāhal azhīma rabbal 'arsyil 'azhīmi an yassfiyaka
"Aku memohon kepada Allah yang Agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu."
Selain itu, ada pula doa yang diajarkan oleh Rasulullah dengan menyebut nama orang sakit secara langsung. Doa ini diajarkan Rasulullah saat menjenguk Sa'ad bin Abi Waqqash. Namun, anda bisa mengganti nama Sa'ad dengan nama orang sakit yang tengah dijenguk.
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
Allāhummasyfi Sa'dan. Allāhummasyfi Sa'dan. Allāhummasyfi Sa'dan.
"Tuhanku, sembuhkan Sa'ad. Tuhanku, sembuhkan Sa'ad. Tuhanku, sembuhkan Sa'ad."
Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, lafal doa di bawah ini dibaca sebagai alternatif untuk penyakit apa saja. Rasulullah membaca doa ini ketika menjenguk seorang badui yang tengah menderita demam.
لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ
Lā ba'sa thahūrun insyā'allāhu
"(Semoga) tidak apa-apa, semoga succi dengan kehendak Allah."
Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan sebuah doa yang menyertakan permohonan ampunan dosa dan perlindungan kepada Allah untuk orang yang sedang sakit. Doa itu dibaca oleh Rasulullah ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi sebagaimana riwayat Ibnu Sunni:
شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ
Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa 'āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika
"Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia."
(jqf)