LANGIT7.ID - , Jakarta -
Covid-19 belum usai melanda dunia termasuk Indonesia, kini muncul hepatitis akut misterius yang banyak menyerang anak-anak.
Karena ini merupakan salah satu penyakit hepatitis, akankah vaksin hepatitis A dan B yang sudah diterima anak-anak dapat mencegah mereka dari tertular
hepatitis akut?
Dokter Spesialis Anak RS AZRA, dr Agus Darajat, Sp.A.,M.Kes mengatakan untuk saat ini
vaksin hepatitis A dan B tidak dapat mencegahnya, sebab virus tersebut belum diketahui.
Baca juga: Total 14 Imunisasi Wajib, Ini Alasan Menkes Tambah 3 VaksinNamun, tambahnya jika penelitian telah keluar dan menyatakan hal tersebut boleh maka mereka sebagai dokter dapat memberikannya.
"Untuk vaksin hepatitis A dan B tentu tidak bisa mencegah penyakit hepatitis akut yang ini sebab virusnya belum diketahui," ujar dr Agus dalam acara bertajuk "Waspada Hepatitis Akut Misteriuss Pada Anak," Jumat (13/5/2022)
"Lain halnya jika penelitiannya sudah keluar dan virusnya sudah diketahui, sehingga ternyata dapat disembuhkan dengan vaksin hepatitis A dan B, maka harus dilakukan," lanjut dia.
dr Agus lalu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jika ada gejala awal soal hepatitis akut yang dialami anak. Dia pun menyarankan untuk segera konsultasi kedokter.
"Jadi, intinya harus lebih kepada waspada, sebab ini penyakit baru dan belum diketahui. Dan pada saat ada gejala awal seperti kuning dan kencingnya berwarna coklat atau ada gejala yang lebih umum lagi segera konsul ke dokter," ungkpanya.
dr Agus juga memberikan penjelasan soal pola vaksin pada hepatitis A dan B.
Dia berkata, jika vaksin hepatitis B hanya bisa diberikan tiga kali pada bayi. Namun tidak bisa diberikan secara sembarangan, harus ada pemeriksaan kondisi terlebih dahulu.
"Kalau hepatitis A dan B, untuk booster pada hepatiti B kita hanya tiga kali pada saat bayi. Booster biasanya diberikan pada usia diatas 14 tahun. Biasanya jika anak tersebut ingin kuliah, tetapi ada pemeriksaannya apakah filter antibodinya sudah menurun atau tidak," ucapnya.
Baca juga: Tidak Sembarangan, Begini Tentukan Fase Gawat Darurat Pasien Hepatitis Akut"Jika untuk hepatitis B di cek filter anti HBSnya atau pemeriksaan antibodi hepatitis B, kalau filter antibodi kekebalannya rendah bisa diberikan lagi booster hepatitis," lanjut dia.
Sementara, vaksin hepatitis A hanya bisa dua kali.
"Kalau hepatitis A cukup diberikan dua kali pada anak. Untuk vaksin hepatitis A dan B tentu tidak bisa mencegah penyakit hepatitis akut yang ini sebab virusnya belum diketahui," pungkas dr Agus.
(est)