Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Jangan Panik Bun, Ikuti 10 Protokol Makan Tangani Anak GTM

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 14 Januari 2023 - 10:30 WIB
Jangan Panik Bun, Ikuti 10 Protokol Makan Tangani Anak GTM
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Istilah anoreksia infantil mungkin masih terdengar asing di kalangan orang tua. Namun, dalam bahasa sederhananya istilah ini lebih familiar dengan GTM atau gerakan tutup mulut.

Dokter spesialis anak, dr Kurniawan Satria Denta, menjelaskan GTM merupakan kondisi sulit makan dari bayi ketika mulai mendapatkan makanan padat hingga kira-kira usia 3 tahun.

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Anak GTM dan Kiat Mengatasinya

Menurut dr Denta, sulit makan memiliki banyak penyebab, mulai dari faktor sakit hingga genetik. Pun begitu, dr Denta menambahkan, orang tua perlu mencari tahu penyebab pastinya.

"Jika ada anak yang sulit makan, kita perlu cari tau dulu, apakah emang benar anaknya sulit makan, atau kitanya yang salah paham, anak makan sebenernya biasa aja, lancar, cuman karena ekspektasi kita yang terlalu tinggi. Maka penting untuk orang tua menyesuaikan ekspektasi, agar tidak kecewa di kemudian hari," terang dr Denta dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (14/1/2023).

Terkait itu, dr Denta memberikan prinsip dari protokol makan yang bisa dicoba orang tua.


1. Jadwal makan teratur


Dr Denta mengatakan jadwal makan harus ditepati dengan baik, agar anak dapat mengenal rasa lapar dan kenyang. Artinya merencanakan makan anak-anak sedisplin mungkin.

"Makan utama, camilan dan susu selang-seling kira-kira setiap dua jam, dari pagi sampai malam. Catatan, jika masih menyusu langsung, bisa dilakukan semau bayi/anak, sisanya untuk makan kira-kira per dua jam. Contoh, sarapan jam 8.00, susu jam 10, makan siang jam 12. Camilan jam 14, susu jam 16, makan malam jam 18," lanjut dokter yang praktik di bilangan Jakarta Selatan.

"Jika tidak mau makan setelah dicoba 15 menit, berarti skip waktu makannya, jangan diganti dengan susu atau cemilan (kecuali DBF). Jika sudah mau makan, batasi waktu makan sampai kira-kira 30 menit, setelah itu hentikan saja makannya," lanjutnya.


2. Makan bersama orang dewasa


Anggota dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini menganjurkan anak untuk selalu makan dengan orang dewasa, baik orang tua maupun pengasuhnya.

Baca juga: Waktu Makan Anak Disarankan Tanpa Gawai, Jangan Sambil Menonton

Kebiasaan ini dapat membuat bayi atau anak mencontoh cara makan yang baik. Karena itu, lanjut dr Denta, orang tua memberikan teladan yang baik dengan menghindari bermain gadget atau menonton TV saat makan.


3. Menu makanan sama dengan orang dewasa


"Sebisa mungkin menu makanan anak sama dengan makanan orang tua/pengasuh. Kalau orang tua lagi makan soto, berarti bayinya ya dikasih soto jugalah. Sesuaikan tekstur dan bumbu sesuai usia bayi," saran lulusan Universitas Gadjah Mada ini.


4. Hindari memberi camilan di luar waktu makan


Kemudian, dr Denta mengingatkan untuk tidak memberikan makan atau camilan di luar waktunya. Sayangnya, hal ini sering dilakukan para orang tua walaupun hanya sedikit.

"Gimana anak enggak GTM kalau disetting kenyang terus. Sabarm dua jam itu waktu yang sebentar kok. Kalau anak minta di luar jam makan, kasih tahu untuk menunggu sampai jam makan selanjutnya. Tapi jika masih ASI bisa direct breastfedding," kata dr Denta.


5. Letakkan anak pada kursi makan


Sepanjang jam makan ajari anak untuk makan dengan baik. Jika sudah selesai agar menunggu sampai orang tua selesai makan sebelum dia meninggalkan singgasananya tersebut.

Baca juga: Anak Rewel saat Ortu Berangkat Kerja: No Iming-Iming dan Pergi Diam-Diam

Jika tiba-tiba anak di tengah makan mulai mengeluarkan jurus GTM, ingatkan baik-baik.

"Jangan dimarahi. Tarik napas panjang dan jangan lupas hembuskan. Ingat, protokol nomor 1 tadi, jika enggak mau makan lagi, hentikan waktu makannya, dan bereskan piringnya," lanjutnya.


6. Porsi kecil


Tiap kali makan, kata dr Denta, siapkan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Sebab, seringnya jumlah porsi makan yang terlalu banyak membuat anak sudah kenyang duluan.

"Kasih aja dikit-dikit. Tambahkan jika dia masih tampak lapar," kata dr Denta.


7. Hindari menyediakan banyak jenis makanan


"Jangan terlalu banyak menyediakan jenis makan dalam setiap kali makan, belum saatnya anak mengenal konsep buffet AYCE. Kira-kira 3-4 jenis makan cukup (karbo+lauk+sayuran)," lanjutnya.


8. Sesi makan bebas distraksi


dr Denta menyarankan saat anak makan sebaiknya bebas dari distraksi atau gangguan. Misalnya jangan makan sambil menonton, main, atau memutari kompleks perumahan.

Menurut dr Denta, bila ada distraksi anak akan jadi sulit mengenal rasa lapar dan kenyang dengan baik.

Baca juga: Studi: Main Kotor di Alam Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh Si Kecil


9. Sesi makan harus menyenangkan


"Mulai dengan doa bersama dan jangan ada paksaan untuk makan. Anak jangan dicekokin makanan, jangan dicekokin air putih setiap kali selesai suapan biar cepet ditelen, jangan bikin anak trauma dengan sesi makan," pesan dokter yang aktif di Twitter ini.

Hal ini penting, sebab konflik atau trauma yang terjadi saat makan akan membuat anak makin tidak mau makan di waktu-waktu makan selanjutnya.


10. Bergantian menyuapi anak


Memberikan atau menyuapi anak bukan hanya tugas seorang ibu. Jadi, kata dr Denta, tugas ini bisa bergantian dengan anggota keluarga lain.

"Support systemnya dijalankan dengan maksimal dan kasih pengertian juga anggota support system yang lain soal cara makan yang baik. Seringkali saya lihat terjadi prahara di rumah tangga, ketika ada perbedaan cara ngasih makan ke anak," tutup dr Denta.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)