LANGIT7.ID - , Jakarta - Istilah ‘
bermain kotor itu baik’ ternyata bukan hanya sekadar slogan. Menurut sebuah penelitian di Finlandia, bermain di alam dan bersentuhan langsung dengan tanah juga tanaman hijau ternyata dapat meningkatkan sistem
kekebalan tubuh anak.
Dalam
penelitian ini, para peneliti membuat tempat penitipan anak dengan ruang bermain yang ditumbuhi dengan rumput dan semak-semak blueberry. Anak-anak dibiarkan bermain kotor sambil merawat tanaman di sana pada sebuah pot.
Baca juga: UBN Sambangi Penyintas Gempa Cianjur, Ajak Anak-anak BermainHasilnya cukup mengejutkan. Mikroba di dalam perut dan kulit anak-anak dalam waktu singkat terlihat lebih sehat dari biasanya. Bahkan, para peneliti membandingkannya dengan anak-anak yang di dalam ruangan dengan tempat bermain seperti lapangan berkonblok, ubin, hingga kerikil.
Anak-anak dengan usia 3 hingga 5 tahun yang diteliti selama 28 hari, di ruang terbuka menunjukkan peningkatan sel T serta tanda penting imun lain di dalam tubuh mereka.
Peneliti dari Universitas Helsinki, Marja Roslund mengatakan, anak-anak hanya butuh waktu kurang dari satu bulan rutin bermain di alam bersentuhan dengan kotor untuk meningkatkan imunnya.
"Kami juga menemukan mikrobiota usus anak-anak yang bermain dan menerima tanaman hijau mirip dengan mikrobiota usus anak-anak yang mengunjungi hutan setiap hari," ujar Roslund, melansir dari Science Alert, Jumat (16/12/2022).
Mikroba yang dimaksud adalah gammaproteobacteria. Mikroba tersebut dapat meningkatkan sistem imun kulit sekaligus membantu sekresi imun di dalam darah hingga mengurangi kandungan interleukin-17 A yang terhubung dengan penyakit imun.
Baca juga: Mal Pelayanan Publik Siola Dilengkapi Area Bermain AnakPenelitian dari para ahli di Findlandia ini menjadi salah satu usaha secara eksplisit untuk memanipulasi lingkungan anak-anak dan menguji dampaknya terhadap perubahan mikrobioma di tubuh sekaligus sistem imun.
Gagasan lingkungan alam berdampak pada kekebalan manusia dikenal sebagai 'hipotesis keanekaragaman hayati'.
Berdasarkan hipotesis itu, hilangnya keanekaragaman hayati di daerah perkotaan bertanggung jawab atas peningkatan penyakit terkait kekebalan imun tubuh.
"Hasil penelitian mendukung hipotesis keanekaragaman hayati dan konsep bahwa keanekaragaman hayati yang rendah di lingkungan hidup modern dapat menyebabkan prevalensi penyakit yang dimediasi kekebalan tubuh," tutur Roslund.
Roslund menegaskan, lebih baik jika anak-anak bisa bermain di genangan air dan menggali tanah organik, dibandingkan hanya dibiarkan di dalam ruangan.
Baca juga: Bermain Salah Satu Cara Tingkatkan Kecerdasan dan Kebahagiaan Anak"Kita bisa membawa anak-anak kita ke alam lima kali seminggu untuk berdampak pada mikroba. Perubahannya sederhana, bahayanya rendah, dan potensi manfaatnya tersebar luas. Ikatan dengan alam saat kecil juga baik untuk masa depan ekosistem planet,” ungkap Roslund.
(est)