LANGIT7.ID, Hamtramck - Kota Hamtramck di Michigan, Amerika Serikat dulu merupakan kota mayoritas berpenduduk Katolik yang kini jadi kota berpenduduk mayoritas muslim pertama di AS.
Washington Post melaporkan, Hamtramck menjadi kota berpenduduk mayoritas muslim pada 2013 lalu. Laju migrasi memainkan peran penting dalam perubahan demografis Hamtramck yang kini mayoritas dihuni warga muslim.
Mayoritas imigran berasal dari Yaman, Bangladesh, dan Bosnia. Selama beberapa dekade, kota ini dikenal sebagai 'Warsawa Kecil' Michigan dan dipenuhi dengan rumah sempit serta pabrik-pabrik.
Namun, kejayaan kota ini sirna. Banyak pabrik dan warga campuran Amerika-Polandia yang pindah ke pinggiran Detroit dalam dua dekade terakhir. Kondisi itu membuat imigran menjadi penghuni Hamtramck.
Walikota Hamtramck dalam 99 tahun terakhir merupakan keturunan Polandia-Amerika. Namun, tradisi itu berubah ketia Walikota baru Hamtramck, Amer Galib, dilantik pada 2 Januari lalu, bersama dengan dewan kota yang seluruhnya muslim.
Baca Juga: Amer Ghalib dan Muslim Lain menjadi Pemerintah Kota di AS
Hamtramck menjadi kota pertama di AS dengan pemerintahan kota yang seluruh pejabatnya beragama Islam, seperti dikutip Dewan Urusan Publik Muslim.
Ghalib merupakan pria kelahiran Yaman. Ghalib datang ke AS tanpa sanak saudara serta kerabat. Namun, dia kini sukses berkarir di bidang kesehatan, pun juga belajar untuk menjadi dokter. Dia berhasil mengalahkan Karen Majewski, yang menjabat sebagai walikota selama 16 tahun.
Susunan pemerintahan yang baru mencerminkan perubahan demografi di Hamtramck. Dewan kota mencakup dua orang Bengali Amerika, tiga orang Yaman Amerika, dan seorang Polandia-Amerika yang masuk Islam.
Mengutip BBC, Biro Sensus AS memang tidak mengumpulkan informasi tentang agama, tetapi
Pew Research Center memperkirakan ada sekitar 3,85 juta muslim yang tinggal di AS pada 2020 atau sekitar 1,1 persen dari total populasi. Pada 2040, umat Islam diramalkan menjadi kelompok agama terbesar kedua setelah Kristen.
Wajah Toleransi di Hamtramck Mulanya Hamtramck tak terlepas dari perselisihan antara muslim dan warga lokal. Ini pertama muncul pada 2004 setelah pemungutan suara untuk menyiarkan adzan di depan umum. Ada pula larangan mendirikan bar di dekat masjid. Beberapa orang berpendapat larangan bar dekat masjid akan melumpuhkan ekonomi lokal.
Baca Juga: Kota Metropolitan di Amerika Ini Izinkan Adzan Pakai Pengeras SuaraNamun kini semua sudah berubah. Kehidupan kota Hamtramck sangat harmonis. Toko sosis Polandia dan toko roti Eropa Timur berada di samping toko serba ada Yaman. Lonceng gereja berbunyi beriringan dengan bunyi adzan.
Deretan toko terlihat menggunakan bahasa Arab dan Bengali. Di depan salah satu toko, terlihat muslim mengantri membeli paczki, donat Polandia yang diisi puding. Bukan hal aneh melihat orang dengan rok mini dan burqo berjalan di jalan yang sama.
Pada tahun 1970, sebanyak 90 persen penduduk kota berasal dari Polandia. Selama 30 tahun terakhir, Hamtramck kembali bertransformasi. Imigran Arab dan Asia, terutama yang berasal dari Yaman dan Bangladesh berdatangan. Saat ini, 42 persen penduduk kota lahir di luar negeri dan lebih dari setengahnya beragama Islam.
(jqf)