LANGIT7.ID, Boston - Muslim asal Indonesia dan Malaysia yang tergabung dalam
Indonesian Muslim Society in America (IMSA) dan
Malaysian Islamic Student Group (MISG) sukses menggelar Muktamar di Boston, Amerika Serikat. Acara yang menghadirkan Ustadz Adi Hidayat dan Oki Setiana Dewi itu dihelat pada 23-27 Desember 2022 lalu.
“Alhamdulillah agenda Muktamar berjalan dengan lancar. Dalam Muktamar IMSA-MISG 2022 di Boston, kami menghadirkan Ustadz Adi Hidayat dan Ustadzah Oki Setiana Dewi dari Indonesia,” kata Abrory Agus, mahasiswa S3 University of Illinois kepada
Langit7, Jumat (6/1/2023).
![Muslim Indonesia se-Amerika Berkumpul, Bahas LGBT hingga Ketahanan Keluarga]()
Abrory menjelaskan, dalam agenda muktamar, kegiatan dibagi menjadi kelas panel dan kelas besar. Dalam kelas-kelas panel, setiap Ustadz-Ustadzah memberikan materi sesuai dengan tema yang dibawakan.
Baca Juga: Muslim Amerika Serikat Catat Kemenangan Politik Terbesar di Pemilu Sela 2022
“Semisal, Ustadz Muhammad Joban memberikan sesi panel dengan tema parenting mengenai bagaimana melakukan pendekatan pada anak-anak untuk berdiskusi mengenai topik LGBT dalam Islam,” ujar Abrory.
Ada pula tema ketahanan keluarga yang disampaikan para dai asal Indonesia maupun pengurus IMSA. Seperti Oki Setiana Dewi yang menyampaikan materi terkait tata cara membangun keluarga bervisi surga.
“Dalam kelas besar misalnya, para Ustadz dan Ustadzah, baik Ustadz Adi Hidayat, Ustadzah Oki Setiana Dewi, Imam Muhammad Joban, Ustadzah Dedeh Agustinah, dan Ustadz Fazrul Ismail hadir dan membicarakan tema mengenai membangun keluarga masuk surga,” ujar Abrory.
Ada pula agenda lain untuk komunitas mahasiswa muslim di Amerika Serikat dan agenda khusus untuk perempuan yakni
Yaumun Nisa’. Fokus kegiatan
yaumun nisa’ hanya pada perempuan yang hadir di Muktamar IMSA-MISG 2022.
Baca Juga: Bantu Sesama, Wirausahawan Muslim Amerika Ini Ciptakan Kursi Salat
“Menurut catatan dari panitia, hampir kurang lebih 1300 peserta muktamar hadir dalam kegiatan ini, baik dari WNI yang berada di AS, Kanada, dan juga saudara-saudari yang berasal dari negara Malaysia,” kata Abrory.
Indonesian Muslim Society in America (IMSA) merupakan organisasi keagamaan, amal, ilmiah, sastra, pendidikan, dan nirlaba yang terletak di Amerika Serikat. Ada ratusan muslim asal Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan tersebut.
“IMSA merupakan organisasi muslim Indonesia yang berada di US,” kata Abrory. IMSA hadir untuk membantu komunitas muslim Indonesia yang berada di Amerika, khususnya Amerika Utara. Baik dalam hal peningkatan kapasitas intelektual dan spiritual, maupun aktivitas sosial, dan yayasan.
“Pada akhirnya kegiatan IMSA bisa berdampak lebih luas bagi komunitas muslim di Amerika dan Indonesia. Saat ini hampir lebih dari ratusan orang yang menjadi anggota IMSA. IMSA sendiri memiliki motto yaitu
Learn, Serve and Grow,” ujar Abrory.
(jqf)