LANGIT7.ID, Jakarta - Keberadaan mushaf Al-Qur'an di wilayah terpencil masih langka, dan kalaupun ada biasanya sudah lusuh. Salah satunya di Taman Pendidikan Qu’ran (TPQ) Nurul Yaqin, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Masra Umar, pengajar TPQ Nurul Yaqin mengatakan, selama 10 tahun TPQ nurul Yaqin tak tersentuh bantuan pendidikan, dalam hal ini fasilitas Al-Qur'an. Untuk mengaji, anak-anak membawa sendiri, tapi dengan kondisi seadanya.
“Banyak yang robek, atau lepas halamannya,” tutur Masra.
Keterbatasan tak menyurutkan semangat anak-anak belajar Al-Qur'an. Masra sebagai pengajar pun tetap gigih mengajarkan ilmunya agar anak-anak bisa baca tulis Al-Qur'an.
Baca Juga: Tadabur Ayat: Menjaga Spirit Ibadah dan Istikamah Pasca-Ramadhan“Alhamdulillah sangat senang dengan adanya bantuan Al-Qur’an ini. Terima kasih BWA (Badan Wakaf Al-Qur'an) yang sudah jauh-jauh dari Jakarta bawakan Al-Qur’an untuk kami di Luwu Timur,” lanjutnya.
Mendistribusikan Al-Qur'an ke wilayah terpencil merupakan salah satu program unggulan BWA. BWA mendistribusikan 4.000 Al-Qur’an untuk Provinsi Sulawesi Selatan.
Al-Qur’an dikirim ke beberapa titik distribusi dari Kota Makassar pada hari Sabtu (14/5/2022). Titik-titik distribusi Al-Qur’an fokus pada beberapa kabupaten dan kota, seperti di daerah Tana Toraja, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Pangkajene Kepulauan, dan Kepulauan Selayar.
BWA menfokuskan wilayah yang menjadi target titik distribusi kali ini adalah daerah-daerah di Sulawesi Selatan yang susah diakses dan pulau-pulau kecil di daerah Pangkep dan Kepulauan Selayar. Fairuz Abadi, salah satu anggota tim distribusi BWA menjelaskan bahwa banyak Pondok Pesantren, TPQ, maupun Majelis Taklim di daerah pelosok Sulawesi Selatan yang sangat membutuhkan Al-Qur’an.
Baca Juga: Gus Baha: Bersyukurlah kalau Punya Istri Suka Ngomel-NgomelIni merupakan kali kedua BWA mendistribusikan Al-Qur’an untuk Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelumnya sebanyak 10 ribu eksemplar Al-Qur’an telah didistribusikan di tahun 2021.
“Masih banyak ternyata TPQ ataupun pesantren yang membutuhkan Al-Qur’an. Semoga dengan hadirnya Al-Qur’an ini bisa membantu mereka yang membutuhkan, terutama di daerah terpencil dan di pulau-pulau kecil di Sulawesi Selatan,” ujar Fairuz.
Direktur Program BWA, Hazairin Hasan juga turut serta mendistribusikan Al-Qur’an wakaf di daerah Tana Toraja. Sebanyak 3.000 eksemplar dialokasikan khusus untuk daerah-daerah yang membutuhkan Al-Qur’an di Tana Toraja.
"Alhamdulillah, ikhtiar wakaf Al-Qur'an untuk Sulawesi Selatan sangat didukung oleh umat Muslim di Indonesia, terlihat dari waktu penghimpunan yang cukup cepat, butuh waktu lima bulan untuk 40 ribu Al-Qur'an wakaf,” tutur Hazairin.
Baca Juga: Waspada, 4 Kesalahan Orang Tua Bisa Sebabkan Anak Jadi Gay(zhd)