Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Waspada, 4 Kesalahan Orang Tua Bisa Sebabkan Anak Jadi Gay

Muhajirin Kamis, 19 Mei 2022 - 14:31 WIB
Waspada, 4 Kesalahan Orang Tua Bisa Sebabkan Anak Jadi Gay
ilustrasi (langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Praktisi Keayahan, Ayah Irwan Rinaldi, menyebut ada dua faktor utama anak laki-laki bisa jadi gay. Dua penyebab itu adalah faktor eksternal (lingkungan) dan internal (dalam keluarga).

Faktor eksternal sangat beragam. Bisa saja anak menjadi gay karena faktor pergaulan. Kerap anak salah bergaul dengan orang-orang yang memiliki kelainan seks, sehingga memicu si anak memiliki sifat serupa. Hal ini harus diantisipasi oleh setiap orang tua.

Gadget juga memberikan kontribusi besar dalam hal ini. Terutama konten pornografi dan pornoaksi. Konten berbau pornografi marak ditemukan di internet seperti sosial media dan laman google. Orang tua juga harus mengantisipasi hal ini.

Baca Juga: Waspadai Penyebaran Konten LGBT-Pornografi di Media Sosial

"Bisa juga teman bermain, sekolah juga bisa berkontribusi pada anak menjadi gay," kata Ayah Irwan dalam diskusi virtual, Kamis (19/2022).

Sementara penyebab internal terbagi ke dalam empat hal, di antaranya:

1. Fondasi Tumbuh Kembang yang Rapuh

Allah Ta'ala memberikan potensi luar biasa saat anak-anak masih berusia bayi. Namun kadang orang tua lupa atau bahkan tidak tahu potensi besar yang diberikan itu.

Pada masa-masa itu anak-anak harus diajarkan tentang keteguhan hingga bagaimana mengatakan iya dan tidak. Anak harus dihindarkan dari hal-hal negatif seperti makanan haram, perkataan negatif, hingga tindakan-tindakan negatif.

"Kadang kita lupa bahwa ada umur-umur tertentu yang di mana kita harus tanamkan itu. Jadi, internal paling berpengaruh adalah kita lupa fondasi tumbuh kembang anak. Ini ada pada usia 0-14 tahun. Kita lupa menguatkan anak-anak laki-laki kita agar dia menjadi laki-laki," kata Ayah Irwan.

2. Orang tua Tidak Peduli Tahap Perkembangan

Dia mencontohkan saat anak masih berusia 0-1 tahun atau 0-1,5 tahun. Ini masanya ibu. Salah satu yang bisa dilakukan adalah memberikan stimulasi-stimulasi dengan menceritakan sosok laki-laki hebat, seperti kisah heroik Nabi Muhammad, sahabat, dan para pahlawan Islam pada masa lalu dan masa kini.

"Sehingga ada lapisan-lapisan dalam dirinya, terutama 0-1 atau 0-1,5 tahun. Terutama anak laki-laki. Kadang-kadang, karena kita tidak tahu tahap perkembangan, sehingga kita tidak memberikan yang terbaik pada anak-anak laki-laki kita," ucap Ayah Irwan.

Contoh paling sering ditemukan di tengah masyarakat, orang tua mendandani anak laki-laki dengan dandanan perempuan hanya karena si anak terlihat lucu dan menggemas. Misal memakaikan jilbab.

"Kalau itu Allah takdirkan itu menjadi lapisan yang menguat dalam dewasa darma dia, itu yang akan menjadi bahaya bagi kelak. Banyak lagi sifat-sifat kita kepada anak-anak laki yang kita anggap fun, tapi ternyata sangat berbahaya ke depan," tutur Ayah Irwan.

3. Kehilangan Figur Ayah

Ada umur-umur tertentu di mana seorang anak membutuhkan sosok ayah. Memang harus ada ayah. Allah takdirkan harus ada ayah yang bertugas melaki-lakikan anak laki-laki. Ibu tidak bisa melakukan ini.

Misal, mengajak anak bermain ke dalam hutan, mengikut-sertakan anak saat ada pekerjaan laki-laki, meskipun hanya melihat-lihat. Dari situ akan tumbuh sifat kelaki-lakian. Tidak boleh bergaul dengan ibu 24 jam. Harus ada waktu ayah.

"Apa yang terjadi jika anak sudah siap untuk jadi laki-laki sejati, tapi ayah tidak ada? atau ayah ada tapi tidak ada. Tidak memberikan stimulasi kelaki-lakian kepada anak-anak. Ini juga penyebab terbesar seorang anak bisa jadi gay," kata Ayah Irwan.

4. Kurangnya Pendidikan Keagamaan

Pendidikan anak sejak dini juga sangat penting. Seperti memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan anak perempuan. Mengajari anak menutup aurat. Mengajak anak ke masjid. juga mengajari anak adab-adab islami sejak dini, seperti adab bertemu orang tua, bergaul, bertemu guru, teman, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Tadabur Al-Qur'an: Kerasnya Hukuman bagi Pelaku dan Pendukung LGBT

"Orang tua harus menanamkan pemahaman-pemahaman keagamaan kepada anak. Kadang kita menyamakan proses stimulasi atau tarbiyah pada anak laki-laki dan anak perempuan," jelas Ayah Irwan.

Kerap orang tua hanya memberikan asupan gizi kepada anak, tapi lupa memberikan asupan iman. Itu yang membuat fondasi anak dalam bergaul bisa rapuh, sehingga tumbuh kembangnya pun ikut rapuh.

"Ketika 4 poin ini bermasalah, maka akan berdampak ketika anak berusia 15 tahun ke atas. Semua itu intinya satu, seorang anak bisa jadi gay karena anak laki-laki tidak menjadi laki-laki sejati," tutur Ayah Iwan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)