LANGIT7.ID, Jakarta - Ada solusi agar terhindar dari
pinjaman online (pinjol) secara Islami.
Ustadz Adi Hidayat memberikan saran agar umat lebih memahami hukum agama.
UAH sapaan akrabnya mengatakan, pinjol menjadi jalan pintas untuk mendapatkan uang. Parahnya, uang ini digunakan untuk hanya untuk memenuhi gaya hidup, bukan kebutuhan mendesak.
"Harusnya pahami dulu ada unsur haram dalam pinjol, terutama pinjol ilegal. Di antaranya seperti riba dan maksiat," kata Adi Hidyat dalam kutipan ceramahnya, Jumat (20/5/2022).
Baca Juga: Cerita Korban Pinjol demi Tren: Bayar Bunga Sampai Rp15 JutaDia pun memberikan saran agar umat bisa terhindar dari pinjol. Cara tersebut tentu dengan metode Islami. Berikut tips dari UAH agar terhindar dari pinjol:
1. Zakat, infak, sedekahPendiri pusat kajian Islam bernama Quantum Akhyar Institute ini menyebutkan, Islam memiliki solusi dalam mengentaskan kemiskinan umatnya, yakni melalui konsepsi keuangan sosial islam (KSI). Di antaranya zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf).
"Terutama Zis, dihadirkan Islam sebagai solusi untuk mengentaskan masalah finansial oleh sebagian umat. Konsepsi inilah yang perlu diterapkan dengan benar sehingga kesenjangan ekonomi akan berkurang," katanya.
Sebab, zakat sendiri akan diambil dari orang-orang yang telah memenuhi kualifikasi tertentu. Kemudian diberikan kepada orang-orang (mustahik) di daerah setempat.
2. Berikan pertolongan dari tali persaudaraanMenurutnya, sebagai umat yang taat, sudah seharusnya antar sesama manusia saling tolong-menolong. Untuk terhindar dari jeratan pinjol, sekelompok masyarakat, termasuk golongan kaya dan kurang mampu bergabung dalam jalinan persaudaraan untuk saling membantu.
"Bisa dimulai dari skala kecil, misal si fulan dipersaudarakan dengan si fulan. Dari persaudaraan inilah, mereka yang kaya berusaha memberi pertolongan kepada yang kurang mampu, seperti yang terjadi pada golongan Anshar dan Muhajirin," katanya.
Adapun pertolongan ini tidak melulu soal uang, bisa berupa aset modal, bantuan seragam sekolah, dan lainnya. Menurutnya, jika hal ini difasilitasi dengan serius maka akan lebih efisien dalam membantu orang lain.
"Jadi jangan tunggu viral baru kita berbondong-bondong saling bantu, yang justru terkadang akan lebih dari yang dibutuhkan. Walaupun itu baik, tapi semangat persaudaraan ini kalau kita bisa kelola InsyaAllah permasalahan seperti ini bisa dituntaskan," ungkapnya.
(bal)