LANGIT7.ID, Jakarta - Bisnis
hewan kurban cukup diminati jelang Hari Raya Idul Adha. Sebelum terjun memulai wirausaha, yuk analisis perhitungan modal dan keuntunganya.
Berikut Langit7 rangkum dari berbagai sumber terkait perhitungan
bisnis hewan kurban.
Baca Juga: Harga Hewan Kurban Jelang Idul Adha Diperkirakan Naik1. SapiInvestasi Awal dan Modal Usaha Ternak Sapi
Sapi 5 ekor: Rp10 juta x 5 = Rp 50 juta.
Sewa lahan: Rp4 juta per tahun.
Kandang: Rp7 juta.
Peralatan tempat makan-minum, selang, dan lainnya: Rp1,2 juta.
Jumlah: Rp62,2 juta.
Biaya Operasional
Biaya operasional ini termasuk penggemukan dan perawatan hewan ternak sebelum siap dipasarkan.
Makanan tambahan: Rp 450 ribu per bulan.
Konsentrat: Rp3 juta per bulan.
Vaksin: Rp450 ribu per bulan.
Vitamin: Rp600 ribu per bulan.
Obat: Rp600 ribu per bulan.
Air, listrik, dan lain-lain: Rp1 juta per bulan.
Pacak: Rp150 ribu.
Biaya lain-lain: Rp300 ribu.
Jumlah: Rp6,55 juta
Total modal
Rp62.200.000 + Rp6.550.000 = Rp68.750.000.
Estimasi Pendapatan
Sapi dirawat selama 6-12 bulan, atau bahkan hingga 3 tahun. Semuanya tergantung dari usia dan bobot bibit sapi ketika diambil.
Dengan perkiraan sapi siap jual setelah 6 bulan dengan harga Rp25 juta per ekor, maka pendapatannya:
Rp25 juta x 5 = Rp125 juta.
Kotoran sapi 20 kilogram per hari x 30 x 5 ekor = 3.000 kilogram. Dengan estimasi harga per kilogram kotorannya adalah Rp1.500.
3.000 x Rp1.500 = Rp4.500.000.
Sehingga total pendapatan: Rp129.500.000.
Dengan keuntungan: Rp129.500.000 - Rp68.750.000 = Rp60.750.000 per 6 bulan.
Estimasi pendapatan di atas, hanya berlaku jika mulai beternak dengan 5 ekor sapi. Pendapatannya akan semakin besar jika populasi ternaknya juga semakin banyak.
2. KambingEstimasi Modal Usaha Ternak Kambing
Usaha ternak kambing bisa dimulai dengan modal 10 jutaan. Memang bagi sebagian orang angka ini cukup besar, tapi hal itu sebanding dengan keuntungan yang akan didapatkan.
Apalagi, kambing menjadi salah satu hewan ternak yang paling banyak diburu masyarakat, khsusunya jelas Idul Adha. Selain itu, kambing juga tidak membutuhkan lahan sangat besar seperti sapi.
Estimasi Modal Ternak Kambing
Setidaknya ada beberapa hal yang diperlukan untuk memulai usaha ternak kambing. Di antaranya seperti keperluan kandang, bibit, pakan, vitamin, obat-obatan dan lainnya.
Kandang modern siap pakai: Rp3 juta.
Harga bibit 5 pasang, usia 5 bulan: Rp500 ribu x 10 = Rp5 juta.
Total investasi awal Rp8 juta.
Kebutuhan dan perawatan seperti pakan, vitamin, obat-obatan dan lainnya diestimasikan mencapai Rp1 juta per bulan. Sehingga total modal awal menjadi Rp9 juta.
Dengan catatan, Sahabat memiliki lahan sendiri sebagai tempat peternakan, sehingga dapat menekan pengeluaran sewa lahan. Selain itu, diawal usaha tidak perlu menggunakan pegawai karena jumlah hewan ternak terbilang masih sedikit dan mampu untuk dikerjakan sendiri.
Estimasi Keuntungan Ternak Kambing
Kambing akan bisa dijual ketika telah dirawat sekitar 10 bulan dengan harga Rp2,5 juta per ekor. Artinya, kambing siap jual setelah mencapai usia 15 bulan.
Dengan estimasi perhitungan keuntungan: Rp2,5 juta x 10 = Rp25 juta.
Biaya operasional per bulan: Rp1 juta x 10 = Rp10 juta
Jadi, keuntungannya selama 10 bulan adalah Rp25 juta – Rp10 juta = Rp 15 juta.
Maka pendapatan per bulan, Rp15 juta : 10 = Rp1,5 juta.
Perhitungan ini merupakan estimasi, harga bibit kambing dan penjualan ketika Idul Adha tentu akan berbeda seiring waktu. Belum lagi Sahabat nantinya menambah modal demi perkembangan usaha yang lebih besar, tentu hasilnya akan lebih besar pula.
(bal)