LANGIT7.ID, Jakarta - Propaganda lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menuai kecaman dari masyarakat Indonesia. Dai asal Papua, sekaligus Presiden Fatih Kaafah Nusantara (AFKN), Ustaz Fadlan Garamatan merasa miris dengan hal tersebut. Menurut dia, hal tersebut jelas bertentangan dengan syariat Islam dan adat-budaya Indonesia.
"Bendera Tauhid antum bakar, sementara bendera LGBT antum kibarkan, kebenaran antum salahkan, kebatilan justru antum bela dan perjuangkan, semoga hidayah menghampirimu," ujar Fadlan dalam twitter pribadinya @fadlannuuanwar, dikutip Jumat (27/5/2022).
Menurut Fadlan, kampanye LGBT merupakan bentuk penjajahan terhadap moral bangsa. "LGBT dan perzinaan legal adalah bagian dari penjajahan terhadap pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan bagian dari penjajahan terhadap Sumber Daya Manusia NKRI," katanya.
Baca Juga: 10 Negara Ini Larang LGBT, Siapkan Penjara Hingga Hukuman MatiSelasa (17/5/2022) lalu, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengibarkan bendera LGBT berdampingan dengan Union Flag di halaman kantor dan mengunggahnya di Instagram. Aksi itu dilakukan bertepatan dengan Hari Anti-Homofobia.
Namun selang dua hari bendera tersebut diturunkan karena mendapat kritik dari berbagai pihak termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Menurut Kemenlu, pengibaran bendera tersebut dinilai tidak sensitif terhadap budaya rakyat Indonesia dan dapat memunculkan polemik.
Baca Juga: Perhatikan dengan Siapa Kamu Berteman, karena Dia Merupakan CerminBaca Juga: Kabar Duka, Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia(zhd)