LANGIT7.ID - KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha menegaskan, status ibadah seorang hamba di hadapan Allah sangat penting. Salah satu ibadah paling penting diperhatikan adalah sujud atau shalat.
"Kenangan kita di dunia itu sujud. Saya kasih makan anak cucu supaya sujud. Bahkan kita makan supaya kita kuat sujud. kalau rentetannya begitu, maka kita berstatus orang yang orientasinya sujud. Status inilah yang penting," kata Gus Baha, dikutip kanal Santri Gayeng, Senin (30/5/2022).
يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَّيُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَۙ
"(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu," (QS. Al-Qalam: 42).
Baca Juga: Self Healing Terbaik: Dengan Mengingat Allah, Hati Jadi Tenang
Banyak orang sombong dan bangga ketika kenal dengan presiden atau tokoh besar lain. Tapi saat sujud biasa-biasa saja. Orang seperti ini akan menyesal di akhirat kelak.
"Saat di akhirat kelak baru sadar bahwa sujud itu penting, sementara relasi-relasi itu tidak penting. Namun, penyesalan di akhirat tiada guna. Di dunia kita sering salah memilih hal-hal yang bersifat
haq, dengan hal-hal yang sifatnya permainan belaka," tutur Gus Baha.
Memperbarui kualitas ibadah itu sangat penting, agar bisa tahu mana saja yang diridhai oleh Allah. Gus Baha menyebut, banyak orang terlalu lama terjebak oleh kepentingan duniawi.
Relasi banyak di dunia tidak berguna jika tidak untuk memperbaiki kualitas sujud. Bisa dibayangkan, punya banyak relasi di seluruh dunia, ke mana-mana pakai jet pribadi dan disambut seperti raja.
"Tapi saat mati, pakai status apa kamu bertemu Allah? Tapi kalau kamu pernah sujud di dunia, itu masih ada harapan diampuni Allah. nabi menyifati sujud itu 'lebih baik daripada dunia dan seisinya." tutur Gus Baha.
Umar bin Khattab sebagai sahabat dekat Rasulullah. Pertanyaan Umar saat ditusuk oleh orang Majusi, Abu Lu'luah Al-Majusi, sangat unik. "Siapa yang menusuk saya?"
"Budaknya Mughirah. Dia orang Majusi." jawab sahabat.
Umar langsung bilang, "Alhamdulillah, orang yang membunuh saya adalah orang yang tidak pernah sujud. Yang karena sujud itu, dia bisa membantahku di akhirat."
Baca Juga: Deretan Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa dan Pengharapan
"Maksudnya begini, orang yang pernah sujud sekali saja itu berpotensi masuk surga. Umar tidak siap menuntut orang yang pernah sujud di akhirat kelak. Kamu itu sujud tiap hari, itu nikmat terbaik Anda di dunia: sujud!," kata Gus Baha menjelaskan.
Sujud para sahabat nabi itu sangat berkualitas. Mereka sangat khusyuk saat sujud. itu pula yang membuat mereka memperbanyak sujud yang berkualitas.
"Yang mensyafaatimu di akhirat itu hanya sujud yang ikhlas," tutur Gus Baha.
(jqf)