LANGIT7.ID - , Jakarta - Piala Soeratin dan Liga 3 tahun 2022 putaran nasional yang telah berakhir, rupanya masih menyisakan masalah. Dikabarkan, sejumlah wasit yang memimpin pertandingan di Piala Soeratin dan
Liga 3 putaran nasional belum mendapatkan haknya berupa honor pertandingan.
Belum dibayarnya gaji
wasit tersebut kemudian diadukan oleh perwakilan pengadil lapangan hijau ke Save Our Soccer (SOS). Sejumlah wasit yang belum menerima haknya itu sudah berusaha menanyakan kepada Sekjen
PSSI Yunus Nusi, namun diklaim belum ada respons.
Baca juga: Wasit Setop Laga Bundesliga, Izinkan Pemain Muslim Buka Puasa“Terima kasih telah mewadahi aspirasi kami. Benar mayoritas wasit Piala Soeratin sampai hari ini belum menerima haknya, tolong kasihani kami,” demikian bunyi pesan singkat perwakilan wasit ke SOS, dalam rilis yang diterima Langit7 pada Senin (30/5/2022) malam.
“Sejak bulan Maret 2022 belum cair. Bahkan kami keluar uang tiket dari kota asal ke venue, belum diganti,” ujarnya lagi.
Dkatakan, wasit yang minta namanya dirahasiakan itu ditugaskan untuk memimpin pertandingan Piala Soeratin di
Malang. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan soal honor.
“Beli tiket ke Malang pakai uang pribadi. Sudah hubungi Sekjen PSSI tidak ada respons,” tulis wasit tersebut.
Koordinator SOS Akmal Marhali mengatakan, sudah ada tiga wasit yang mengadukan terkait belum dibayarnya gaji. Tidak hanya di Piala Soeratin, tapi juga di Liga 3 putaran nasional.
Bunyi pesan wasit yang ditulisnya dalam rilis tersebut dari wasit Piala Soeratin.
Baca juga: Pekerja dengan Gaji di Bawah UMR Tetap Wajib ZakatWasit Piala Soeratin dan Liga 3 nasional babak 64 besar dan 32 besar sistemnya paket. Tiap pertandingan toralnya Rp4,5 juta sampai Rp5,5 juta untuk wasit tengah dan 2 hakim garis dan cadangan. Ada yang memimpin hanya satu laga, dua laga dan paling banyak lima laga.
“Ini menjadi salah satu pemicu terjadinya
match fixing (pengaturan skor) dan
match setting di sepak bola nasional. Akibatnya wasit bisa dikeroyok sampai babak belur,” kata Akmal.
“Sungguh dzalim menunda membayar honor pekerja, padahal keringatnya sudah kering. Jangan dulu bicara profesionalitas, kualitas dan timnas yang hebat bila membayar honor wasitnya saja masih menunggak,” ucapnya.
Karenanya, Akmal meminta agar Kementerian Pemdua dan Olahraga (
Kemenpora) dan Kepolisian RI tidak memberikan izin turnamen pramusim Liga 1 2022/2023 sebelum honor dari para wasit ini dilunasi oleh PSSI.
“Menpora dan Kapolri harus tegas tidak mengeluarkan izin bila kasus ini tidak diselesaikan segera. Jangan sampai sistem sepak bola nasional menerapkan sistem kerja romusha di zaman Belanda,” katanya.
Baca juga: PSSI Panggil 29 Pemain untuk Pertandingan FIFA Matchday Lawan BangladeshTerpisah Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi saat dikonfirmasi belum ada respons. Ponselnya meski aktif belum ada balasan dari yang bersangkutan mengenai persoalan gaji wasit.
(est)