LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka beasiswa dokter spesialis dan dokter gigi. Ini dalam rangka mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan yang merata di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Indonesia.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menuturkan, program ini diselenggarakan karena ketersediaan tenaga kesehatan spesialis di fasyankes di seluruh Indonesia, terutama penyakit kronis masih sangat kurang.
"Penyakit yang paling besar dampak nyawa dan biaya bagi masyarakat Indonesia adalah jantung, masih banyak provinsi yang tidak bisa memberikan layanan jantung di provinsi tersebut. Akibatnya kalau butuh intervensi harus diterbangkan ke daerah lain," kata Budi melalui siaran pers, Kamis (2/6/2022).
Baca Juga: Empat Profesi Ini Tidak Terima Kondisi Buta WarnaMenkes Budi menargetkan seluruh fasyankes di tingkat provinsi bisa memberikan layanan kesehatan jantung mulai 2024. "Tapi target ini dihadapkan pada waktu yang bertahun-tahun karena lamanya proses pendidikan dokter," ujarnya.
Lebih lanjut, Budi mengatakan bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan pilar, yakni transformasi sumber daya manusia kesehatan. Harapannya, bantuan pendidikan ini dapat mempercepat pemenuhan jumlah tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.
“Program ini merupakan bantuan yang disiapkan pemerintah dalam rangka penyiapan Program Pendidikan Dokter Spesialis-Subspesialis (PPDS) dan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) sebagai bentuk dukungan pelaksanaan transformasi SDM kesehatan untuk tercapainya pemenuhan dan pemerataan SDM Kesehatan,” katanya.
Baca Juga: Eril Belum Ditemukan dan Keluarga Ikhlas, Jika Wafat Apakah Tergolong Syahid?Bantuan pendidikan PPDS dan PPDGS menjangkau ASN dan Non-ASN dengan latar belakang pendidikan di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Calon peserta bantuan pendidikan diutamakan kepada program spesialis yang direkomendasikan oleh rumah sakit pemerintah.
Adapun jenis kepesertaan lain yang diusulkan adalah calon peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi, UPT Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, TNI/Polri, dan calon peserta pasca penugasan Nusantara Sehat.
Cara Pendaftaran Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 6-26 Juni 2022, yang dapat diakses melalui laman
bandikdok.kemkes.go.id. Selanjutnya, tahapan seleksi dilakukan dari 27 Juni sampai 8 Juli 2022.
Proses verifikasi awal akan dilakukan di tiap instansi pengusul, yaitu Biro ODSM Kemenkes, Kemenhan, TNI, Polri, dan Dinkes Provinsi, dilanjutkan dengan verifikasi tingkat pusat, dilakukan di Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI.
Bagi peserta yang lolos seleksi, langkah selanjutnya penetapan penerima bantuan oleh Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes. Setelah penetapan, mahasiswa bisa memulai perkuliahan sesuai masing-masing institusi.
Baca Juga: Dulu Kuliah Terkendala Biaya, Kini Lulusan Terbaik Harvard Ini Bisa Kasih Beasiswa(zhd)