LANGIT7.ID - , Jakarta - Menunaikan
ibadah haji adalah rukum Islam kelima yang dijalankan jika mampu. Artinya, ibadah haji dijalankan bagi mereka yang mampu secara fisik, sehat, dan finansial yang baik.
Namun, bagaimana bila
jemaah haji yang berangkat masih memiliki atau belum melunasi
utang?
Baca juga: Baca Doa Ini Biar Utang Lunas CepatPimpinan Pesantren Andalusia Bogor Ustad Nurdin Apud Sarbini mengatakan ada beberapa hal yang diajarkan Rasulullah SAW kepada sahabatnya ketika ingin berangkat haji.
Menurut dia, sebelum berangkat ada rangkaian-rangkaian yang harus diselesaikan, pertama adalah berpamitan atau memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah dibuat kepada orang-orang yang ada di sekitar.
"Hal ini dilakukan karena kita tidak tahu apakah kita akan kembali atau tidak, bisa saja pas lagi di tempat haji kita dipanggil oleh Allah SAW, sehingga tidak bisa lagi kembali ke tanah air," ucap Ustadz Nurdin dikutip dari kanal YouTube Shahabat Taushiyyah, Senin (6/6/2022).
Selanjutnya, jika ada kaitannya dengan
utang piutang. Piutang, artinya Anda memberikan pinjaman kepada orang, hal tersebut mungkin bisa diselesaikan. Jadi bisa menagih dahulu atau mungkin ingin mengikhlaskan.
Kemudian, kaitan yang lebih penting yakni utang di mana Anda meminjam kepada orang lain, bank atau sejenisnya. Hal ini harus diperjelas terlebih dahulu, atau lebih bagus jika diselesaikan sebelum berangkat.
Dosen dan penulis DR Syafiq Riza Basalamah mengatakan orang yang akan berangkat haji namun memiliki utang, paling tidak harus memiliki aset yang bisa melunasi utangnya tersebut.
"Kalau punya aset, alhamdulillah bisa untuk menutupi utang itu," kata Ustadz Syafiq Riza seperti dikutip dari kanal Youtube Taman Surga.
Baca juga: Nasihat Mamah Dedeh: Jangan Berutang demi Gaya HidupKemudian, calon jemaah haji tersebut hendaklah menuliskan wasiat sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ditakutkan, kalau dia berangkat haji dalam kondisi memiliki utang, meninggal di Mekkah. Tapi, ahli warisnya tidak membayarkan utangnya.
"Ingat, orang yang mati syahid semua dosanya diampuni kecuali utang. Urusan utang ini enggak main-main," tegas Ustadz Syafiq.
(est)