LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam memberi kemudahan masyarakat untuk berkurban, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali mengadakan 'Kurban Online Baznas'. Pada tahun ini, tema yang diusung, yaitu 'Kurban Online Baznas Menjangkau Ujung Negeri'.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, menunaikan ibadah kurban di Baznas dapat dilakukan dengan mudah dan nyaman tanpa harus keluar rumah. Dengan telepon genggam atau perangkat komputer, masyarakat sudah bisa berkurban dan dapat dilakukan di mana saja, dengan mengakses
baznas.go.id/kurban , dan mengikuti petunjuk yang tersedia dengan mudah.
Kurban Online Baznas sebelumnya telah dikembangkan Baznas sejak tahun 2016, yang pada awalnya diberi nama Kurban Digital Baznas.
Baca Juga: Hari Raya Idul Adha Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan BRIN"Baznas RI menargetkan untuk menghimpun 8.016 ekor hewan kurban setara domba dan kambing. Angka ini naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Seperti yang biasa dilakukan Baznas, pada Kurban Online Baznas, hewan kurban dibeli langsung dari peternak binaan Baznas dari berbagai Balai Ternak Binaan Baznas," kata Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan, MA, di Jakarta, Senin (6/6/2022).
Saidah menjelaskan, hewan kurban tak hanya dibeli langsung dari peternak binaan Baznas, namun juga disembelih dan didistribusikan di desa agar peternak semakin berdaya secara ekonomi dan mustahik dapat memenuhi kebutuhan gizi melalui daging kurban yang didistribusikan.
Tak hanya itu, pada Kurban Online Baznas 2022, Baznas juga akan menambah wilayah distribusi daging. Jika tahun sebelumnya disebar ke 28 provinsi dan 2 negara, maka untuk tahun 2022 Kurban Online Baznas akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di 34 provinsi dan 2 negara.
"Baznas selalu mengupayakan agar segala bentuk kebaikan dapat dirasakan manfaatnya oleh orang banyak. Maka, untuk tahun ini sebaran distribusi kurban ditambahkan. Kurban Baznas juga akan disebar ke negara selain Indonesia, yakni Palestina dan Suriah, untuk saudara-saudara kita di sana," ucap Saidah.
Baca Juga: Hukum Berkurban tapi Tidak Sholat, Ini Penjelasan Buya Yahya"Target di Palestina 50 sapi, 50 sapi di Suriah dan penyalurannya berkoordinasi melalui KBRI. Jadi KBRI yang memberikan rekomendasi lembaga-lembaga yang menjadi mitra Baznas, jadi tidak khawatir soal kepentingan NKRI," kata Saidah.
"Kita kan aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Untuk di Suriah kami koordinasi dengan perbatasan. Di luar negeri pun kita tidak lepas sendiri tapi koordinasi dengan KBRI kita," imbuhnya.
Baznas juga menyiapkan daging kurban olahan yang dikemas dalam bentuk kaleng, untuk memudahkan dalam proses pendistribusian daging pada Hari Raya Idul Adha mendatang. Pengemasan ini jadi salah satu alternatif selain pendistribusian daging seperti biasa, karena daging kurban kaleng bisa dikirim ke daerah 3T yang sulit terjangkau atau lokasi bencana yang membutuhkan penanganan khusus.
"Selain itu, kurban dalam bentuk kaleng juga lebih tahan lama. Hal ini bisa menjadi alternatif untuk pendistribusian ke lokasi yang sulit diakses. Daerah 3T selalu jadi perhatian Baznas, yang terus mengupayakan bagaimana bantuan dan kurban Baznas sampai ke sana," kata Saidah.
Penambahan layanan yang dilakukan Baznas di antaranya Tebar Berkah BPKH, Kurban Korporat, dan Layanan Kurban Mandiri.
Baca Juga: Dubes Palestina Sampaikan Belasungkawa ke Ridwan KamilDemi mendorong optimalisasi Kurban Baznas, lembaga pemerintah nonstruktural itu terus memberikan inovasi dan kolaborasi dengan banyak pihak. Faktor kesehatan ternak turut menjadi perhatian Baznas, terlebih di tengah merebaknya penyakit mulut dan kuku pada ternak.
Untuk mengantisipasi hal itu, Baznas melakukan berbagai mitigasi upaya pencegahan di seluruh Balai Ternak binaan. Lima langkah itu yakni, membatasi orang yang masuk ke kandang Balai Ternak, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di kandang maupun berbagai perlengkapan kerja, memberikan pakan dan obat vitamin demi meningkatkan imunitas ternak.
"Kemudian Baznas juga intensif melakukan mitigasi dan koordinasi dengan dinas setempat untuk mencegah timbulnya wabah, dan terus melakukan edukasi pencegahan PMK kepada peternak mustahik, sehingga peternak dapat melakukan pencegahan dini. Berbagai upaya itu ditujukan demi memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," katanya.
Baca Juga: Tafsir Al Fatihah Ayat 6-7: Jalan yang Diridai dan Dimurkai Allah(zhd)