LANGIT7.ID, Jakarta -
Jemaah haji wafat di Tanah Suci insyaAllah dianggap husnul khatimah. Tingkat kematian tertinggi saat berhaji memang dialami jemaah haji asal Indonesia.
Penceramah, Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi mengatakan, jemaah haji yang wafat di Tanah Suci insyaAllah dianggap mati sahid. Umat harus berhusnudzon mengenai hal tersebut.
"Namun kalau tingkat kematian tertinggi, itu karena jemaah haji asal Indonesia itu terbanyak dan sebagian besar sudah sepuh, ditambah memiliki penyakit bawaan," kata dia kepada Langit7, Selasa (7/6/2022).
Dia mengatakan, haji ini merupakan rangkaian
ibadah yang 80 persen membutuhkan kesiapan dan kesanggupan fisik. Sementara orang-orang tua ini secara fisik sudah mulai melemah.
Baca Juga: Waspada Dua Penyakit Intai Jamaah Haji, Begini Cara Mengatasinya"Di beberapa negara seperti Yordania, mereka yang mendaftar haji tidak boleh di atas 65 tahun. Sudah sejak lama mereka menerapkan syarat itu," ujarnya.
Jemaah haji yang wafat memang tidak bisa dibawa pulang ke negara asalnya dan dimakamkan di Arab Saudi. Sebagian besar keluarga malah sangat mengharapkan hal tersebut.
"Apalagi kalau sampai dimakamkan di permakaman Baqi. ini sudah jaminan surga, kan ada hadistnya," katanya.
Dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda, "Siapa yang mampu meninggal di Madinah, hendaklah dia meninggal di Madinah. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi siapa saja yang meninggal di sana." (HR Ahmad).
Seperti diketahui, makam Baqi atau Jannatul Baqi’ merupakan pemakaman utama yang terletak di Madinah, Arab Saudi. Banyak sahabat dan keluarga Nabi SAW dimakamkan di sana.
(bal)