LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa pengembangan Pariwisata Banyuwangi secara khusus bertumpu pada empat daya tarik wisata unggulan seperti Kawasan Alam Ijen, Taman Nasional las Purwo, Taman Nasional Meru Betiri, dan Taman Nsional Baluran.
Sandiaga optimis Geopark Ijen, Jawa Timur dapat ditingkatkan statusnya menjadi UNESCO Global Geopark (UUG).
Pihaknya mendorong Banyuwangi menjadi destinasi pariwsata melalui peningkatan nilai tambah pariwisata, dan meningkatkan lama kunjungan dan pengeluaran wisatawan yang lebih tinggi dengan ditetapkannya Ijen sebagai UGG.
Baca juga: Hindari Kerusakan Lebih Parah, Pemerintah Akan Batasi Kunjungan ke Borobudur"Jika Geropark Ijen ditetapkan sebagai UGG, maka akan melengkapi UGG yang ada di Indonesia sebelumnya seperti Geopark Batur pada 2012, Geopark Gunung Sewu pada 2015, Geopark Cileteuh tahun 2018, Geopark Rinjani tahun 2018, Geopark Kaldera Toba tahun 2020, dan Geopark Belitung tahun 2020," ungkap Sandiaga dalam keterangannya dikutip Selasa (7/6/2022).
Sandiaga berharap semua pihak dapat mendukung untuk ditetapkannya Ijen sebagai Taman Bumi Dunia, sebab selain Ijen di tahun ini akan ada Geopark yang akan ditinggalkan statusnya seperti Geopark Maros Pangkap di Sulawesi Selatan, Raja Ampat, dan Merangin Jamni.
Seperti diketahui, kriteria penilaian geopark menjadi Unesco Global Geopark antara lain 35 persen geologi dan lanskap (teritorial, geo-konservasi, warisan alam, dan budaya), 25 persen struktur pengelolaan atau manajemen, 15 persen pendidikan interpretasi dan lingkungan, 15 persen geowisata, dan 10 persen pembangunan ekonomi wilayah yang berkelanjutan.
Baca juga: Tarif Bagi Pelajar ke Candi Borobudur Dipatok Rp5 Ribu, Ini Syaratnya“Harapan saya, kita semua dapat bersinergi untuk mengembangan Geopark Ijen dan bersama-sama dapat mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Banyuwangi,” ujarnya.
(sof)