LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah berupaya untuk mempercepat
transformasi digital nasional melaui empat sektor strategis. Keempat sektor tersebut yakni infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mira Tayyib mengatakan saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya menjadi kebutuhan di era digitalisasi.
"Langkah strategis itu dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang benar-benr digital dengan membina ekosistem digital agar lebih inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan untuk semua," ungkap Mira dalam keterangannya dikutip Kamis (9/6/2022).
Baca juga: Gandeng Kemenag dan Muhammadiyah, Kominfo Latih Keterampilan Digital ASNMenurutnya, infrastruktur digital dan masyatakat digital yang terdapat dalam Peta Jalan Digital Indonesia selaras dengan dua fokus area dari P2C yaitu akses dan adopsi.
"Pemerintah Indonesia telah membangun infrastruktur telekomunikasi digital dengan beragam teknologi mulai dari backbone, middle-mile dan last-mile, serta berkomitmen untuk menyediakan konektivitas digital yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat," atanya.
Mira mengungkapkan melalui penyebaran konektivitas 4G untuk mencakup seluruh wilayah di dalam negeri dengan total 83.218 desa pada tahun 2022, menjadi visi transformasi digital yang tersebar di seluruh wilayah.
Selain ketersediaan konektivitas internet, Kementerian Kominfo mendorong transformasi digital bagi masyarakat Indonesia untuk bisa mengadopsi teknologi digital melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital dan Digital Talent Scholarship. Program keterampilan digital ini terdiri dari tiga tingkatan yakni level dasar, menengah, dan lanjutan.
Baca juga: Perluas Pasar, UMKM Lirik Pemasaran DigitalPada area masyarakat digital, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kominfo berupaya menyediakan program literasi digital kepada 15 juta masyarakat sampai dengan tahun 2024 dan membuka pelatihan kepada 300.000 peserta melalui program Digital Talent Scholarship untuk memanfaatkan bonus demografi dalam rangka memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital dan mendidik talenta digital bangsa.
"Sehingga masyarakat dapat mengadopsi dan mengembangkan teknologi digital secara produktif, aman, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
(sof)