Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home sosok muslim detail berita

Setelah Lepas Dinas, Anggota Polisi Ini Jadi Guru Ngaji

arif purniawan Jum'at, 10 Juni 2022 - 09:35 WIB
Setelah Lepas Dinas, Anggota Polisi Ini Jadi Guru Ngaji
Aipda Adi Tri Sukmoro saat berada di TPQ Nurul Quran, tempatnya menjadi guru ngaji di Blora Jawa Tengah. Foto : Humas Polres Blora .
LANGIT7.ID - , Blora - Aipda Adi Tri Sukmoro, anggota Polri yang bertugas sebagai Ka Jaga Sat Samapta Polres Blora, memiliki kesibukan yang mulia. Selain menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian, ia juga seorang guru ngaji di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Nurul Quran di wilayah Bangkle RT 04 RW 5.

Aipda Adi Tri adalah pendiri TPQ, dibantu oleh istrinya Siti Mustrianawati, bersama tujuh guru ngaji lainnya ikut mengajar di TPQ. Semangatnya luar biasa dalam mendidik anak-anak agar bisa membaca dan mencintai Alquran.

Baca juga: Duta Qur'an: Masih Banyak Guru Ngaji Belum Dapat Upah Layak

Kegiatan mengaji dilaksanakan setiap hari dimulai dengan ibadah shalat Ashar, di mushola tak jauh dari rumah anggota kepolisian tersebut. Aipda Tri biasanya menjadi imam, jika sedang berada di rumah. Kemudian dilanjutkan dengan mengaji di rumahnya.

Aipda Tri menceritakan awal mula dirinya mendirikan TPQ, karena sekolah keagamaan atau madrasah sangat jauh dari permukiman dimana dirinya tinggal. Melihat keprihatinan tersebut, ia kemudian merintis dengan memulai mengajar ngaji anak-anak setempat.

“Berawal dari situ, saya ingin mengamalkan ilmu yang saya dapatkan. Dulu hanya mengajar ngaji anak tapi masih sedikit. Alhamdulillah, masyarakat sini mendukung, akhirnya kita buka TPQ di sini,” kata Adi Tri dikutip dari Tribrata News, Jumat (10/6/2022).

Adi mengakui proses mendirikan TPQ tersebut tidaklah mudah. Selain keterbatasan anggaran, masalah lainnya adalah keterbatasan tempat dan sarana prasarana.

“Pada awal-awal ingin mendapatkan murid banyak, tapi setelah banyak anak yang ingin ikut mengaji, malah bingung. Tempatnya tidak ada, sarana juga kurang. Tapi, alhamdulillah istri saya mendukung dan ada beberapa teman yang ikut menjadi guru di sini,” ceritanya.

Sarana dan prasarana yang mengisi TPQ saat ini adalah bantuan dari para donatur seperti rekan kerja di Polres Blora, warga sekitar, dan para dermawan lainnya.

Baca juga: Angelina Sondakh Jemput Kebaikan dengan Jadi Guru Ngaji

“Dengan doa dan perjuangan serta dukungan dari keluarga, teman-teman akhirnya padepokan ini bisa berkembang. Dan saat ini sudah mempunyai 90 santri,” ujarnya.

Saat ini sudah ada 4 kelas yang belajar mengaji di Padepokan Alab-alab Sabrang Lor. Mulai dari anak TK-PAUD, SD hingga SMP. Namun untuk hari Jumat, kegiatan mengaji hanya dikhususkan untuk para ibu-ibu.

Aipda Adi tidak mengharuskan murid-murid untuk mengeluarkan biaya bulanan. Jika ingin memberikan biaya, itu pun hanya sekadar untuk infaq sebesar Rp10.000 dan tidak diwajibkan alias sukarela.

“Lillahi Ta’ala. Alhamdulillah atas izin Allah SWT kegiatan mengaji di sini bisa berjalan lancar. Namun demikian tentunya kami tidak akan menolak jika ada dermawan yang ikut berdonasi untuk keperluan kegiatan mengaji di sini,” tuturnya.

Terpisah Kasat Samapta Polres Blora AKP Kusnio mendukung anak buahnya di lingkungan Polres Blora mengajari anak-anak di sekitar rumahnya mengaji Alquran. Meski memiliki tugas lain di rumah, Aipda Adi Tri tidak melalaikan kewajibannya sebagai anggota Polri.

Baca juga: Askar Kauny: Guru Ngaji di Pedalaman Masih Sangat Terbatas

“Alhamdulillah sampai saat ini ia selalu disiplin menjalankan tugas. Saat jam dinas ia bertugas, dan setelah sore hari jam dinas selesai, ia menjadi guru ngaji,” ucapnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan