Pendakwah Ustaz Ahmad Jameel. Foto: Tangkapan layar youtube.
LANGIT7.ID, Jakarta - Tuntutan mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ilmu dapat menjadi bekal hidup dan meninggikan derajat seseorang.
Itulah yang mendasari pendakwah Ustaz Ahmad Jameel selalu haus akan ilmu agama. Baginya, mencari ilmu dapat meningkatkan derajat dan memberi kemudahan dalam menjalani hidup.
Sebagaimana perkataan Imam Syafi'i: Man Arada dunya faalaihi bil ilmi, waman arada akhira faalaihi bil ilmi, waman arada huma faalaihi bil ilmi. "Siapa yang ingin memperoleh kebahagian di dunia harus dengan ilmu. Siapa yang ingin memperoleh kebahagian di akhirat harus dengan ilmu. Siapa yang ingin memperoleh kebahagian keduanya maka harus dengan ilmu."
"Itu kuat bener, nyantel di otak, nyantel di hati, Ya Allah ilmu, ilmu, saya harus cari ilmu saya harus cari ilmu," ujar Ahmad Jameel dalam acara 'Apa Kabar Ustaz' Langit7.id Jum'at (10/6/2022).
Ahmad Jameel berharap dengan ilmu dapat mengangkat derajat ia dan orang tuanya. Maka ia terus mencari ilmu dengan mendatangi ulama-ulama yang tinggal di sekitar rumahnya di Tangerang.
"Saya nggak paham dengan teori ngangkat derajat. Tapi saya yakin suatu hari nanti Allah akan mengangkat derajat kita," katanya.
Ustaz yang kini memimpin Pondok Pesantren Darul Qur'an bersama Ustaz Yusuf Mansur itu menceritakan bagaimana pencariannya akan ilmu hingga mengantarkannya kepada kesuksesan. Sempat hampir menyerah karena tidak ada biaya, namun ia selalu yakin Allah akan memberi jalan kepada niat baik hambanya.
"Saya waktu dialog sama emak bapak lumayan bikin down waktu itu karena tak mampu biayai saya ke Gontor. Saya nangis masuk ke kamar. 'Ya Allah kasih rizki yang luas dan berkah, mudah-mudahan saya bisa berangkat ke Gontor. Alhamdulillah orang tua nggak punya duit tapi Allah punya banyak cara dan solusi," ucapnya.
Ahmad Jameel bercerita bahwa Allah memberikan jalan untuknya ke Gontor melalui pertolongan teman dekatnya. Temannya rela memberikan pinjaman tabungan untuk biaya masuk Gontor. Hingga kemudian ia bisa menyelasaikan pendidikan agama di salah satu pesantren terbaik di Indonesia tersebut.
Setelah lulus dari Gontor, Ahmad Jameel kemudian kembali ke Tangerang dan aktif di kegiatan keagamaan di sana. Ia kemudian aktif di Dewan Da'wah Tengerang. Ia berdakwah ke berbagai tempat salah satunya ke masyarakat di sekitar Sungai Cisadane.
"Mereka waktu itu nggak ngerti thaharah, gak ngerti shalat yang bener. Kadang mereka bergaul dengan masyarakat yang sehari hari makan babi sana-sini. Jadi perlu perhatian khusus, perlu pembinaan khusus," tuturnya.
Selain berdakwah, ia juga melanjutkan pendidikannya di PTIQ Jakarta. Kini ia sedang menyelesaikan pendidikan doktoralnya di salah satu Universitas bergengsi di Malaysia, Universitas Islam Antar Bangsa.
Salah satu yang melambungkan namanya adalah pertemuannya dengan pendakwah kondang Ustaz Yusuf Mansur. Yusuf Mansur menemukan potensi dalam diri Ahmad Jameel hingga memutuskan mengajaknya bergabung dan membesarkan Pesantren Darul Qur'an.
"Saya waktu itu diajak ke rumah beliau, dari situ kemudian beliau meminang saya, 'Ustaz bareng ane ajah yuk kita gedein pondok'," tuturnya.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”