LANGIT7.ID, London - Industri perjalanan haji Inggris seperti travel haji dan umroh terancam gulung tikar setelah Arab Saudi memperkenalkan birokrasi baru untuk haji dan umrah.
Pekan ini, Arab Saudi memperkenalkan portal online, www.motawif.com.sa, untuk jemaah haji dari Amerika, Eropa, dan Australia. Melalui portal itu, jemaah haji dari 3 daerah itu memungkinkan mendaftar secara
online.
Portal yang dikembangkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencakup berbagai paket, layanan dukungan, dan pusat panggilan 24/7 dalam berbagai bahasa. Portal ini juga memungkinkan penerbitan visa secara elektronik, untuk memenuhi aspirasi jemaah dari daerah tersebut yang ingin prosedur cepat dan mudah.
Baca Juga: Sempat Tutup Haji karena Krisis Ekonomi, Sri Lanka Kini Izinkan Haji dengan Syarat
Jemaah haji juga dapat memastikan persyaratan lain melalui portal itu. Di antaranya data vaksinasi, di Bawah umur 65 tahun, PCR negatif, dan diprioritaskan bagi mereka yang belum pernah menunaikan haji.
Portal tersebut merupakan upaya Pemerintah Arab Saudi mempermudah prosedur, dan memberikan harga kompetitif bagi jemaah haji dari negara-negara tersebut.
Pihak berwenang Saudi telah mengatakan bahwa mereka yang telah memesan haji untuk tahun ini perlu meminta pengembalian dana, yang berarti bahwa operator haji di Inggris harus membayar ribuan pound kembali kepada calon jemaah.
Banyak pelaku bisnis travel di negara-negara tersebut yang mengkritik kebijakan itu. Di sisi lain, Arab Saudi tidak mensosialisasikan portal itu secara masif.
Seorang agen perjalanan dan pemandu haji, Abu Sayed Ansary, mengaku harus mengembalikan hampir £280.000 kepada calon jemaah. Itu membuat bisnis travel yang dia bangun diambang kehancuran.
"Ini adalah pendapatan kami dan ada banyak agen yang bertahan hidup dengan ini. Kami juga berkontribusi pada ekonomi Inggris," kata Abu Sayed Ansary, dikutip Sky News, Sabtu (11/6/2022).
Baca Juga: Bikin Haru, Ini Reaksi Mualaf Asal Inggris saat Pertama Kali Mengunjungi Madinah
Sky News melaporkan bahwa industri haji di Inggris bisa berada di ambang kehancuran karena sistem terpusat baru yang secara efektif menyingkirkan operator tur haji domestik.
Banyak jemaah, yang membayar ribuan dolar untuk pergi haji, mengatakan bahwa mereka tidak nyaman menggunakan portal yang sejauh ini belum teruji.
Mereka juga khawatir mereka bisa kehilangan uang dalam jumlah besar karena tidak jelas apakah pemesanan akan ditanggung oleh skema ATOL Inggris, yang memberikan perlindungan finansial kepada wisatawan dan jemaah jika terjadi pembatalan penerbangan dan kecelakaan lainnya.
(jqf)