LANGIT7.ID, New Delhi - Polisi India bertindak represif terhadap umat Islam yang menggelar unjuk rasa di berbagai daerah di India. Demonstrasi itu meletus buntut pernyataan yang menghina Nabi Muhammad SAW oleh politisi Partai Bharatiya Janata (
BJP)
Nupur Sharma dan rekannya.
Melansir Al-jazeera, dalam peristiwa tersebut, 2 Remaja muslim bernama Mudasir (14 tahun) dan Sahil Ansari (19 tahun) dinyatakan meninggal dunia terkena tembakan polisi. Keluarga korban menyatakan, polisi menggunakan kekerasan dalam menindak pengunjuk rasa yang berpusat di Ranchi, ibu kota negara bagian Jharkhand Timur.
Selain itu, puluhan pengunjuk rasa terluka setelah demonstrasi berubah menjadi kekerasan. Seorang perwira senior polisi di Ranchi juga terluka, menurut laporan media setempat. Situasi kian memburuk setelah massa umat Hindu mengorganisir demo balasan.
Baca Juga: Tak Hanya Hina Nabi Muhammad, Ini Daftar Kejahatan BJP India kepada Umat Islam
Paman Mudasir, Shahid Ayyubi, mengatakan, Mudasir terkena tembakan di Kepala. Dia meninggal akibat luka tersebut setelah dirawat di Institut Ilmu Kedokteran Rajendra.
Saudara Sahil, Faizan, mengatakan, Sahil terkena peluru di punggung saat kembali ke rumah usai shalat. Peluru tersebut memecahkan ginjal Sahil dan meninggal sesaat setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
Sementara, seorang petugas polisi di Ranchi mengatakan, polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan pengunjuk rasa. Tindakan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Tugas Polisi Melindungi, Bukan MenembakJenazah Mudasir dan Sahil sudah diserahkan ke pihak keluarga. “Mudasir masih kecil, baru berusia 14 tahun menunggu hasil ujian matrikulasinya. Dia mengambil bagian dalam protes dan sekarang dia tidak ada lagi di antara kita. Dia adalah anak tunggal. Kami terkejut,” kata Ayyubi, dikutip Al Jazeera, Senin (13/6/2022)
Keluarga korban menuntut pemerintah memberikan memberikan hukuman berat kepada penembak Mudasir. Dia menilai, polisi tak seharusnya menggunakan kekerasan saat melerai unjuk rasa.
Baca Juga: OKI Sebut Kebencian Terhadap Muslim India adalah Praktik Sistematis“Ada ribuan cara untuk mengendalikan protes sipil seperti meriam air, peluru karet, tembakan udara tetapi mereka menembak langsung ke kepala dan tubuh,” kata Ayyubi.
Seorang legislator muslim di India, Irfan Ansari, turut mengecam tindakan kekerasan tersebut. Dia menegaskan, polisi merupakan pihak yang seharusnya melindungi masyarakat.
”Tugas polisi adalah melindungi, bukan menembak," katanya dalam sebuah tweet dalam bahasa Hindi yang mempertanyakan kinerja kepala polisi kota.
(jqf)