LANGIT7.ID - , Jakarta - Haji merupakan ibadah tahunan umat Muslim di dunia yang dijalankan setidaknya satu kali seumur hidup. Para
jemaah haji akan berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji selama 40 hari.
Gelombang pertama jemaah
calon haji Indonesia mulai diberangkatkan pada Sabtu, (4/6/2022) lalu. Kemudian, proses pemberangkatan jemaah gelombang kedua akan berakhir pada 3 Juli 2022.
Sedangkan proses pemulangan jemaah, gelombang I dan II, akan dilangsungkan pada 14 Juli-14 Agustus 2022 dari Saudi ke Indonesia.
Baca juga: Niat Berhaji ke Tanah Suci, Perhatikan 3 Persiapan IniKepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto Ustadz Nashir Fahmi berharap setelah pulangnya para jemaah dari haji, dzikrullah atau kegiatan mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkat.
"Setelah orang berangkat haji mestinya dzikrullahnya meningkat dan saya berharap demikian karena semua
syariat Islam itu berkaitan dengan
hablum minallah dan
hablum minannas. Shalat, puasa, zakat terutama haji, semua berkaitan dengan
hablum minallah dan
hablum minannas," ujar Ustadz Nashir saat dihubungi Langit7 beberapa waktu lalu.
Hablum minallah merupakan konsep bagaimana manusia berhubungan dengan sang Maha Pencipta, Allah SWT, dengan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya.
Sedangkan
hablum minannas adalah konsep di mana individu manusia menjaga hubungan baik dengan individu atau kelompok manusia lainnya.
Dia melanjutkan, Allah SWT berkata dalam Alquran bahwa barang siapa yang sudah diwajibkan untuk berangkat haji, maka ia harus menjaga lisan dan perbuatannya.
"Jangan berbuat fasik (keluar dari jalan yang benar), keluar dari ketaatan dan janganlah sering ngeyel jika demi kebaikan dan lainnya," ucapnya.
Jadi, simpul pendidik
Pondok Pesantren Baitussalam, Prambanan, Selman ini mestinya orang yang pulang dari ibadah haji, pribadinya harus semakin baik.
Baca juga: Cerita WNI Berhaji dari UK: Tak Ada Masa Tunggu dan Diprioritaskan Saat Ibadah HajiRasulullah SAW dalam haditsnya tentang orang yang pulang dari ibadah haji, jika dia digolongkan haji mabrur maka ia seperti anak yang baru lahir dari rahim ibunya, dan pulang ke rumahnya seperti baru dilahirkan.
"Jadi, semestinya orang yang baru melaksanakan ibadah haji akhlaknya semakin baik, dzikirnya semakin khusyu' dan ibadahnya semakin total," pungkas dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
(est)