LANGIT7.ID - , Jakarta - Dalam surat Ali Imran ayat 97, Allah SWT berfirman mengenai perjalanan haji. Di mana ibadah ini dilakukan bagi mereka yang mampu, baik fisik, kesehatan, dan finansial.
"... Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.."Baca juga: Beda Sistem Antrian, Apakah Pahala Haji dan Umrah Setara?Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto Ustadz Nashir Fahmi mengatakan berangkat haji, disamping merupakan panggilan Allah SWT tetapi Anda juga harus berikhtiar.
"Ikhtiarnya yaitu mendaftarkan diri. Makanya di dalam Alquran dikatakan orang yang berangkat haji itu harus istitha'ah, artinya orang yang memiliki kemampuan jasmani dan rohani untuk melaksanakan ibadah haji ke dan di Tanah Suci," ucap Ustadz Nashir kepada Langit7, Kamis (16/6/2022).
Untuk mendaftarkan diri, lanjut dia sebelum melakukannya Anda harus memiliki kemampuan finansial terlebih dahulu.
"Supaya kita bisa segera membayar jika sudah mendaftarkannya," kata pendidik Pondok Pesantren Baitussalam, Prambanan, Sleman ini.
Selain finansial, calon jemaah haji juga harus memiliki kondisi fisik yang baik. Artinya, pendaftar haji harus sehat agar saat menjalankan ibadah nanti tetap optimal.
Baca juga: Cerita WNI Berhaji dari UK: Tak Ada Masa Tunggu dan Diprioritaskan Saat Ibadah HajiPersiapan terakhir adalah kemampuan ilmu. Menurut dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini ketika ingin berangkat haji Anda harus memiliki ilmu, agar tidak asal-asalan dalam beribadah.
(est)