LANGIT7.ID - , Jakarta - Masyarakat Indonesia sering menyebut haji besar untuk Muslim yang telah menunaikan
ibadah haji. Sedangkan bagi umat Islam yang menjalankan umrah disebut sebagai haji kecil.
Kedua ibadah ini erat hubungannya dengan kemampuan fisik, kesehatan dan finansial. Ibadah haji memiliki sistem antrian yang sangat lama hingga puluhan tahun. Waktu menunaikannya pun hanya setahun sekali di
bulan Dzuhijjah.Baca juga: Mengisi 10 Hari Terakhir Ramadhan dengan Umrah seperti Pahala HajiBerbeda halnya dengan umrah yang bisa dilakukan di luar musim haji. Selain itu, ibadah umrah tidak menggunakan sistem antrian seperti haji.
Perbedaan keduanya ini seringkali menimbulkan pertanyaan apakah haji dan umrah memiliki pahala yang sama?
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto Ustadz Nashir Fahmi, S.Ag, M.Hl mengatakan pahala orang naik haji dan umrah adalah sama, yakni sama-sama mendapatkan banyak kebaikan.
Hanya saja, lanjut dia ibadah haji lebih utama daripada umrah. Sebab, haji adalah wajib bagi yang mampu, sementara umrah adalah sunnah. Namun, umroh dan haji merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena Indonesia mengikuti haji tamatuk yakni mendahulukan umrah dari ibadah haji.
"Banyak hadits Nabi yang menyejajarkan dan tidak memisahkan antara umrah dan haji. Misal ada hadits yang berbunyi bahwa ikutilah haji dan umrah. Karena kedua-duanya ini akan menghapuskan kefakiran dan dosa. Jadi keduanya merupakan satu kesatuan," ujar Ustadz Nashir kepada Langit7, Kamis (16/6/2022).
Baca juga: 2 Amalan Ini Pahalanya Setara dengan Ibadah Haji dan UmrahDari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)
Pendidik Pondok Pesantren Baitussalam, Prambanan, Selman ini menjelashkan bahwa keduanya memiliki pahala yang sama berupa pengabulan doa dari Allah SWT.
"Ketika ia mendapatkan rezeki sehingga bisa umrah dan haji, maka itu sangat istimewa. Rasulullah menyebutkan orang yang berangkat haji dan umrah seperti tamu Allah. Ketika mereka berdoa maka Allah akan mengabulkan doa-doanya. Ketika mereka meminta kepada Allah maka akan diberikan dan jika mereka memohon ampun maka Allah akan mengampunkan," katanya.
Baca juga: Penyesuaian Biaya Haji, Ini Imbauan Asosiasi Bisnis Travel Umrah"Mereka sangat istimewa, maka bersyukurlah bagi kita yang dapat melakukan ibadah haji dan umrah," pungkas dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
(est)