Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Syaikh Yasin Al-Fadani: Ulama Rujukan Hadits Sedunia, Dermawan Meski Tak Kaya

Muhajirin Senin, 20 Juni 2022 - 12:35 WIB
Syaikh Yasin Al-Fadani: Ulama Rujukan Hadits Sedunia, Dermawan Meski Tak Kaya
Syaikh Yasin Al-Fadani (foto: istimewa)
LANGIT7.ID - Syaikh Yasin Al-Fadani tak hanya terkenal sebagai ulama hadits terbaik pada abad ke-20. Namun, beliau juga terkenal sebagai sosok yang dermawan meski tak bergelimang harta.

Suatu ketika, ada seorang ibu-ibu yang membeli susu di toko Syaikh Yasin Al-Fadani. Kebetulan yang menjaga toko adalah Syaikh Yasin dan istrinya. Saat susu sudah diberikan, ibu-ibu itu langsung pergi sembari merunduk, tergopoh-gopoh, tanpa memberikan uang.

“Syaikh, Orang itu belum membayar,” Kata Nyai Aminah hendak menegur.

Mendengar itu, Syaikh Yasin langsung menyahut sembari meletakkan jari telunjuk di bibirnya. “Jangan keras-keras. Anak orang itu belum makan. InsyaAllah nanti akan diganti Allah yang lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Yasin Ibn Isa al-Fadani, Ulama Indonesia yang Mendunia

Kisah ini diceritakan Syaikh Shodiq, dikutip dari akun twitter @igkangiman. Menurut cerita Syaikh Najih Maimoen, Syaikh Yasin Al-Fadani bukan orang yang kaya harta, tapi sangat Dermawan.

Kadang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia harus berjualan nasi goreng pada musim haji. Dia tidak pernah malu dalam mencari rezeki halal.

Syaikh Yasin al-Fadani memiliki nama lengkap Abu al-Faud, Muhammad Yasin bin Muhammad Isa bin Udiq al-Fadani al-Makki al-Syafi’i. Ulama Mekkah yang nenek moyangnya berasal dari Padang, Sumatera Barat.

Dia lahir di Misfalah, Mekkah pada Selasa 27 Sya’ban 1337 H/1917 M. Ulama pengarang kita Arba’un al-Buldaniyyah itu dikenal dengan ilmunya yang luas. Syekh Ali Jum’ah menyebut Syekh Yasin Musnid ad-Dunya.

Sementara Sayyid Segaf bin Muhammad as-Segaf menjuluki beliau sebagai Suyutiyyu Zamanihi (Imam Suyuti pada zamannya). Bergelar Musnidud Dunya (ulama ahli sanad dunia), Syekh Yasin menjadi rujukan dalam kajian ilmu hadits.

Baca Juga: Imam Ad-Dirouty, Ulama Penjual Buah yang Lantang di Depan Penguasa

Mengutip laman iqra, Syekh Yasin menelurkan 97 kitab. Di antaranya, 9 kitab tentang ilmu hadits, 25 kitab tentang ilmu fiqh dan ushul fiqh, 36 tentang ilmu falak, dan beberapa cabang ilmu lain.

Buku Syeikh Yasin berjudul al-Fawaiid al-Janiyyah dijadikan materi silabus mata kuliah ushul fiqih di Fakultas Syari’ah al-Azhar. Sementara itu, ada 3 posisi Syekh Yasin dalam konteks ulama hadits abad ke-20. Pertama,

Pertama, dia adalah ulama hadits yang memiliki spesifikasi keilmuan hadits yakni dalam bidang sanad. Sehingga, tidak heran jika beliau berjuluk musnid ad-dunya.

Kedua, beliau merupakan Syekhul Kabir bagi ulama hadits di dunia maupun Nusantara, yang telah melahirkan banyak ulama-ulama ahli hadits dan muhadditsin abad ini.

Ketiga, dalam konteks tradisi penulisan kitab hadits arba’in, beliau menjadi inisiator ata revivalisasi model penulisan hadits arba’in, riwayat empat puluh syekh.

Menurut Prof Dr Abdul Wahab Ibrahim Abu Sulaiman, Syekh Yasin al-Fadani telah menghidupan kembali berbagai cabang keilmuan hadits yang banyak dilupakan pelajar muslim kekinian.

Di antaranya ilmu isnad. Isnad merupakan mata rantai perawi hadits. Ini sangat penting untuk mengukur keshahihan suatu hadits. Syekh Yasin tetap konsisten menyebutkan mata rantai sanad mulai dari generasi sahabat sampai kepadanya, meskipun dengan harus melewati tiga puluh rijal al-hadits.

Berbeda dengan pelajar muslim saat ini yang mayoritas hanya menyebutkan nama sahabat lalu perawi seperti dari Abu Hurairah diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Baca Juga: Kenakalan Hamka Mengantarnya Berpetualang Hingga Jadi Ulama

Di tangan Syekh Yasin, semua sanad hadits itu harus didapatkan secara komprehensif dan sahih. Metode ini diberi nama tahammul hadits (mendapatkan hadits). Proses ini dibenarkan jika melalui cara sama’, ijazah, munawalah, dan kitabah.

Maka itu, tidak heran jika Syekh Yasin terus berjuang mendapatkan sanad hadits dengan rihlah haditsiyyah dari guru-guru haditsnya. Mulai dari mendatangi lembaga pendidikan, halaqah atau kuttab di rumahnya, bahkan dengan melaui surat-menyurat.

Syekh yasin wafat di usia 74 tahun pada 20 Juli 1990 M/28 Dzul Hijjah 1410 H. Mengutip Koran Nasional Tempo, ayah dari empat anak itu menghembuskan nafas terakhir beberapa saat setelah shalat subuh bersama istrinya di pondoknya di Uthaibiyah, 2 km dari Mekkah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)