Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Desember 2025
home sosok muslim detail berita

Imam Ad-Dirouty, Ulama Penjual Buah yang Lantang di Depan Penguasa

Muhajirin Jum'at, 11 Maret 2022 - 14:00 WIB
Imam Ad-Dirouty, Ulama Penjual Buah yang Lantang di Depan Penguasa
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pada masa Dinasti Mamluk (para mantan budak), hidup seorang ulama Al-Azhar yang faqih dan zuhud yakni Al-Imam Syamsuddin Ad-Dirouty Ad-Dimyathy. Beliau mengarang kitab di antaranya Surur Ar-Raghibin Syarah Minhaj At-Thalibin Imam Nawawi.

Sehari-hari, Imam Ad-Dirouty berdagang mentimun dan sayuran. Beliau tak pernah mau mengambil upah dari pekerjaannya sebagai ahli fiqih. Beliau juga sangat melarang murid-muridnya untuk makan dari harta wakaf ataupun sedekah orang, karena hal itu akan mengotori hati mereka.

Dalam kitab Qadhiyah At-Tasawuf, Al-Munqidh Min Ad-Dholal karya Dr Abdul Halim Mahmud dikisahkan, Imam Ad-Dirouty hidup pada masa Sultan Qansuh Al-Ghuri (1441 M-1516 M), salah satu sultan dari Dinasti Mamluk. Dia mengkritik Sultan Al-Ghuri saat diam dari berjihad melawan pasukan musuh yang semakin mengancam Mesir.

Baca juga: Ibnu Hajar al-Asqalani, Ulama Yatim Piatu dengan Segudang Ilmu

Dia menyampaikan kritik secara terang-terangan, hingga kritik itu sampai ke telinga Sultan Al-Ghuri. Imam Ad-Dirouty dipanggil ke istana. Sampai di istana, ia memberikan salam kepada Sultan Al-Ghuri, namun tidak dijawab.

Imam Ad-Dirouty berkata, "Jika kau tidak menjawab salamku maka kau adalah orang fasik dan sebentar lagi kau akan diturunkan dari jabatanmu". Al-Ghuri pun terpaksa menjawab salam Imam.

"Kenapa Anda mengkritik saya karena meninggalkan jihad, padahal anda tahu bahwa kami tidak punya kapal untuk berperang?" tanya Al-Ghuri.

"Tapi kau punya uang untuk membuat kapal,” tukas sang Imam. Lalu keduanya pun berdebat sengit, hingga kemudian Imam Ad-Dirouty berkata kepada Sultan, ”Sungguh kau telah melupakan nikmat Allah kepadamu dan justru membalasnya dengan kemaksiatan.

Tidakkah kau ingat ketika dulu kau beragama Nasrani dan kemudian kau ditawan dan diperjualbelikan dari tangan ke tangan hingga kemudian Allah memberikan hidayah Islam kepadamu dan kau menjadi merdeka dan menjadi penguasa hamba-hamba-Nya?

Baca juga: Mengenal Berke Khan, Penguasa Mongol Pertama yang Masuk Islam

Sebentar lagi kau akan menderita sakit yang tak mampu diobati oleh para dokter dan kau pun mati dan kemudian dikafankan. Setelahnya akan digali kubur yang gelap untukmu dan hidungmu akan ditimbun dengan tanah.

Lalu kau akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, haus dan lapar untuk berdiri di hadapan Tuhan yang Maha Adil yang tidak pernah menzalimi siapapun, sekecil apapun. Lalu akan ada yang memanggil: barangsiapa yang haknya pernah diperkosa dan dizalimi oleh Al-Ghuri hendaklah, ia datang.

Lalu datanglah banyak makhluk Allah yang hanya Dialah yang tahu seberapa banyak jumlah mereka."

Tiba-tiba wajah Sultan menjadi pucat hingga para menteri dan pengawal kerajaan memohon kepada Imam Ad-Dirouty untuk berhenti mengkritik sultan. Mereka juga meminta sang imam untuk membacakan Surah Al-Fatihah yang akan pingsan.

Setelah Sultan siuman, Sultan Al-Ghuri memanggil Imam Ad-Dirouty. Sultan kemudian memberikan 10.000 Dinar kepada Imam Ad-Dirouty untuk membangun benteng Dimyat. Imam Ad-Dirouty dengan tegas dan penuh wibawa menolak pemberian tersebut.

Baca juga: Kisah Ibnu Hajar Al-Asqalani, Si 'Anak Batu' yang Mampu Bangkit dari Keterpurukan

"Aku punya banyak harta dan tak membutuhkan bantuan siapapun. Justru kalau kau ingin berhutang kepadaku juga boleh dan aku akan bersabar jika kau sulit untuk melunasi hutangmu,” kata Imam Ad-Dirouty.

Di majelis itu, tak ada orang yang lebih mulia dan lebih berwibawa melebihi Imam Ad-Dirouty, dan tak ada yang lebih rendah dan hina dari Sultan Qansuh Al-Ghuri. Imam Ad-Dirouty kemudian membangun benteng Dimyat dengan dana pribadinya dengan biaya 40.000 dinar tanpa bantuan seorang pun.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Desember 2025
Imsak
04:00
Shubuh
04:10
Dhuhur
11:50
Ashar
15:16
Maghrib
18:04
Isya
19:20
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan