LANGIT7.ID, Jakarta - Berke Khan hidup pada abad ke-13. Dia adalah cucu Djenghis Khan dari putra sulungnya, Jochi. Djenghis Khan adalah pendiri kerajaan Mongol dan seorang panglima perang yang terkenal kejam.
Saat berada di Kota Saray-Jük, di ujung barat Kazakhstan modern, Berke Khan bertemu dengan kafilah dari kota Bukhara. Dia lalu menanyai musafir itu tentang kepercayaan yang mereka anut.
Seorang ulama sufi yang ikut dalam rombongan tersebut lalu menjelaskan tentang Islam kepada Berke Khan. Singkat cerita, Berke Khan masuk Islam dan menjadi orang Mongol pertama yang menerima Islam. Saudara laki-laki Berke, Tukh-Timur juga masuk Islam.
Perang dengan HulaguKeponakan Berke Khan, Hulagu, memerintah Persia Utara. Dia diberi instruksi oleh saudaranya, Mongke, untuk memasukkan wilayah dari Persia ke Mesir ke dalam Kekaisaran Mongol.
Pada 1256 M, Hulagu berangkat membawa kurang lebih 100 ribu pasukan. Dia pertama kali menuju benteng gunung Ismailiyah, sebuah sekte Syiah. Dalam setahun, Ismailiyah menyerah. Pemimpin sekte tersebut, Rukn ad-Din Kurshah, ditangkap dan dibunuh.
Baca juga: Benarkah Rusia Bangsa Rum dalam Nubuat Rasulullah SAW?Setelah itu, Hulagu beralih ke Irak. Dia mengirim surat kepada khalifah al-Mustasim, khalifah terakhir Bani Abbasiyah. Dia meminta sang khalifah menyerahkan kekuasaannya. Namun, al-Mustasim menolak.
Hulagu menuju Irak, bertekad untuk menaklukkan khalifah. Beberapa Syiah di Irak terasing dari khalifah, yang menunjukkan sedikit rasa hormat terhadap komunitas mereka. Akibatnya, kota-kota Syiah seperti Najaf, Karbala, dan Mosul menyerah kepada Mongol tanpa perlawanan.
Pada Januari 1258 M, seluruh pasukan Hulagu tiba di Baghdad. Bangsa Mongol merebut kota itu dalam waktu dua minggu. Sebulan kemudian al-Mustasim dieksekusi. Baghdad, sebuah kota yang mulia, sebuah kota rumah bagi para intelektual dan seniman, sebuah kota yang telah berdiri selama lebih dari enam abad, dijarah dan dibakar habis. Banyak warga Baghdad dibantai.
Ketika berita ini sampai ke negara-negara Muslim, mereka menyerah tanpa perlawanan apapun kepada Mongol karena takut. Suriah segera dimasukkan ke dalam wilayah penaklukan Hulagu.
Baca juga: Islam Pernah Dipertimbangkan Jadi Agama Resmi RusiaBerke Khan marah saat mendengar tentang penjarahan Baghdad, pembantaian warga Muslim, dan penaklukan kota-kota Muslim lain. Dia bersumpah untuk membalas dendam.
“Dia (Hulagu) telah menjarah semua kota umat Islam. Dengan bantuan Tuhan, saya akan memanggilnya untuk mempertanggungjawabkan begitu banyak darah orang yang tidak bersalah.”
Hulagu takut akan invasi Berke Khan. Dia mundur ke Persia meninggalkan sebuah garnisun kecil di Suriah. Pada 1260 M, bangsa Mongol menaklukkan sebagian besar Suriah dan berangkat lebih jauh ke selatan, untuk menaklukkan Palestina. Misi mereka berhasil.
Namun, tentara Mongol yang tampak tak terkalahkan dihentikan oleh Turki Mamluk yang kala itu menjadikan Kairo, Mesir sebagai Ibu kota. Sultan Mamluk Qutuz mengirim salah satu jenderalnya, Baybars, ke Palestina.
Mamluk mengalahkan Mongol dan menghentikan perluasan wilayah penaklukan Mongol. Jenderal Mongol ditangkap dan dieksekusi. Mamluk segera merebut kembali Palestina dan Suriah.
Hulagu ingin membalas dendam atas kekalahan pasukannya di Palestina dan bersiap untuk perang. Tetapi tidak mampu menghadapi Mamluk, karena Berke Khan melancarkan serangkaian serangan terhadap kerajaan Hulagu di wilayah Kaukasus. Itu memaksa Hulagu untuk menghadapinya.
Baca juga: Meski Berperang, Sejatinya Rasulullah Sebarkan Islam ke Penjuru Dunia dengan PerdamaianBerke Khan masih marah atas kejadian di Baghdad. Serangan tersebut mengakibatkan perang terbuka antara Berke dan Hulagu. Konflik semakin meningkat, karena keduanya mendukung penuntut lain untuk memerintah khanat timur, China dan Mongolia saat ini.
Hulagu mendukung saudaranya Kubilai, sementara Berke setia kepada saudara laki-laki Hulagu yang lain, Ariqboke. Kedua penggugat bergabung dengan pendukungnya dalam perang, tetapi akhirnya, Ariqboke menyerah kepada Kubilai. Hulagu dan Berke Khan sama-sama menderita kekalahan serius dalam perang.
Meskipun Ariqboke tidak menjadi Khan dari Khanat Timur, Berke berhasil menghancurkan impian Hulagu tentang kerajaan Timur Tengah yang mencakup Mesir. Perang masih berlangsung ketika Hulagu meninggal pada tahun 1265 M. Beberapa bulan kemudian, Berke Khan meninggal pada 1266 M.
Hulagu mampu mengkonsolidasikan kekuasaannya di Persia sebelum meninggal. Dinasti yang ia bangun, Ilkhanids, memerintah Persia sampai 1335 M. Penggantinya pindah ke Islam. Mengu-Timur, keponakan lain Berke, menggantikannya sebagai khan Golden Horde.
Intervensi Berke terhadap Hulagu memaksa Hulagu mengalihkan perhatian dari Mamluk di Barat ke Berke di Timur. Itu menghentikan ekspansi lebih lanjut dari kerajaan Hulagu. Mongol tidak berhasil memperluas penaklukkan di tanah muslim, sehingga menyelamatkan kota-kota Muslim lainnya dari nasib yang sama seperti Baghdad.
(jqf)