LANGIT7.ID - , Jakarta - Banyak orang berpikir penyebab mundurnya seorang karyawan dikarenakan gaji atau upah yang diterima tidak sesuai ekspektasi atau terlalu rendah. Meski faktor tersebut ada, namun ada penyebab lain sehingga seseorang memutuskan berhenti atau
resign dari pekerjaannya.
Praktisi Human Resources, Dhea Rizky Ardini mengatakan faktor penyebab orang termotivasi untuk
resign dari kantor adalah dari internal dan eksternal.
Baca juga: Speak Up, Cara Putus Mata Rantai Kekerasan di Dunia KerjaUntuk internal perusahaan, tambahnya bisa karena lingkungan kerja yang tidak kondusif dalam artian pemimpinnya tidak kooperatif. Kemudian, rekan kerjanya melakukan bullying terhadapnya atau tindakan
abussive, atau karena adanya tindakan
pelecehan seksual dan lainnya.
"Tentunya hal itu dapat menimbulkan ketidaknyamanan ketika bekerja," ucap Dhea saat dihubungi Langit7 beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, dukungan organisasi juga mempengaruhi. Misal apakah organisasi tersebut memberikan training atau memberikan
support alat-alat kerja yang dapat mendukung kinerjanya atau tidak dan lainnya. Nah, itu juga menjadi salah satu faktor.
Sementara dari sisi eksternal, alumni
Universitas Indonesia ini menyebut faktor tersebut berasal dari orang tersebut. Misal mungkin seseorang harus ikut suaminya untuk dinas ke luar kota, memiliki anak atau mendapat tempat dengan pengembangan karir lebih baik.
Lantas, apakah perasaan minder atau kurang percaya diri juga bisa jadi penyebab seseorang resign? Menurut Dhea, hal tersebut bisa saja, tetapi hanya sedikit presentasenya.
Baca juga: Website Garapan Alumni ITB, Solusi Anak Muda Hadapi Dunia Kerja"Kalau minder bisa saja, tapi itu lebih kepada keyakinan apakah orang itu bisa mengerjakan sesuatu tersebut atau tidak. Itu bisa, tetapi biasanya bukan menjadi yang akhirnya mendorong seseorang untuk benar-benar
resign. Biasanya kalau minder presentasenya untuk pada akhirnya
resign tidak sebesar faktor-faktor lain yang sudah disebutkan di atas," tuturnya.
"Karena kalau misalnya minder itu tergantung juga dari lingkungan kerjanya. Jika misal lingkungan kerjanya sportif, walaupun ia minder atau tidak percaya diri iya tetap akan bisa dibantu sama pemimpin maupun sama teman-teman kerjanya," pungkas Dhea.
(est)