LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) mendorong gelaran event
Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sebagai media promosi yang baik guna menampilkan karya-karya Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan penyelenggaraan MICE menjadi salah satu program andalan yang dijalankan Kemenparekraf
"Pemerintah berupaya menarik lebih bayak kegiatan MICE
(Meeting, Incentive,Convention, and Exhibition) di Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk mendorong event sebagai katalis pemulihan ekonomi nasional," ujar Sandiaga dalam keterangannya dikutip Jum'at (24/6/2022).
Baca juga: Festival Pesona Aekhula 2022 Dorong Kebangkitan Ekonomi PascapandemiMenurut Sandiaga, MICE mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja di sektor parekraf, terutama dalam mendukung pencapaian pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sandiaga juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi mendukung kebangkitan pariwisata melalui sektor MICE.
Sementara, Deputi Bidang produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani menerangkan bahwa salah satu kegiatan dalam MICE menjadi perjalanan insentif yang dapat digunakan sebagai media promosi destinasi dan pengenalan budaya lokal.
“MICE bisa menjadi media untuk mempromosikan budaya Indonesia melalui side event seperti saat welcoming dinner bisa digunakan untuk menampilkan pertunjukan budaya dan kuliner khas untuk delegasi yang datang,” ujarnya.
Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf, Masruroh menngatakan event-event kreatif di Indonesia juga bisa mengambil bagian untuk menampilkan karya-karya.
"Hal tersebut menjadi bagian kekayaan budaya, keindahan destinasi, kreasi lokal yang kreatif, dan berdaya saing. Sehingga dengan sebuah event kami juga melestarikan seni dan budaya lokal,” ungkapnya.
Menurut Masruroh, event MICE selalu memberikan multiplier effect, lantaran pengeluaran dari wisatawan bisnis dua kali lebih tinggi daripada wisatawan leisure dengan rata-rata menginap selama tiga hari.
“Hampir semua acara MICE melibatkan UMKM melalui pameran atau sebagai pemasok oleh-oleh lokal. Event MICE juga memperhatikan kelestarian lingkungan dengan penggunaan plastik dan kertas lebih sedikit,” ujarnya.
Kemenparekraf selalu berkolaborasi dengan pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media) untuk mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk sektor MICE.
Baca juga:
Desa Airmadidi Bawah Didorong jadi Desa Wisata UnggulanSelain itu, melibatkan berbagai stakeholder MICE dalam pembentukan strategi pengembangan MICE. Kemenparekraf bersama pemangku kepentingan MICE telah membuat pedoman CHSE MICE yang masih digunakan hingga saat ini sebagai pedoman penyelenggaraan acara MICE.
“Kami juga bekerja sama dengan Polri, Kementerian Kesehatan, dan Satgas COVID-19 dalam memberikan izin untuk setiap acara MICE,” katanya. Hingga kini, Kemenparekraf masih aktif mengajukan penawaran untuk MICE internasional agar bisa membawa event tersebut ke Indonesia.
“Kami juga berkolaborasi dalam mendukung acara MICE lokal dan nasional di seluruh Indonesia dengan pemerintah daerah, PCO/PEO, asosiasi MICE, dan UMKM. Kami juga bekerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam promosi MICE,” katanya.
(sof)