LANGIT7.ID, Jakarta - Bumi Nusantara sejak dahulu terdiri dari banyak Kesultanan Islam. Tahukah Anda kalau masih ada kesultanan di Tanah Air yang masih berdiri sampai saat ini?.
Dalam sejarah, Indonesia lahir dari kerajaan-kerajaan di Nusantara pada masa lampau. Setiap wilayah memiliki raja dan kekuasaan sendiri. Kerajaan Islam biasa disebut sebagai Kesultanan yang dipimpin oleh seorang Raja yang bergelar Sultan.
Setelah Indonesia merdeka, masih ada kesultanan yang masih eksis sampai sekarang dan memiliki sultan yang masih bertahta. Meskipun mayoritas sudah tidak berkuasa atau memiliki kekuasaan politik. Berikut ini 7 kesultanan yang masih eksis sampai sekarang:
1. Kesultanan Cirebon
![7 Kesultanan Ini Masih Eksis di Indonesia hingga Kini, No 4 Masih Berkuasa]()
Cirebon di Jawa Barat punya sejarah emas di Tanah Air. Kesultanan Cirebon merupakan Kesultanan islam ternama di Jawa Barat pada abad 15-16 Masehi.
Kesultanan Cirebon didirikan Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana pada 1430 M. Setelah berhaji, Pangeran Cakrabuana mengganti nama menjadi Haji Abdullah Imam.
Selama memerintah, dia aktif menyebaluaskan ajaran Islam kepada penduduk Cirebon dan sekitarnya. Kerajaan ini berkembang pesat usai dipimpin Sunan Gunung Jati yang mendirikan dinasti raja-raja Cirebon dan Banten.
Lokasi Kesultanan ini sangat strategis. Itu menjadikan Kesultanan Cirebon menjadi jalur perdagangan dan pelayaran penting antarpulau pada masa itu. Di sisi lain, kesultanan ini juga menjadi jembatan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Baca Juga: 7 Masjid Tertua di Indonesia, Saksi Sejarah Islam di Nusantara
Dari situ tercipta kebudayaan yang khas yakni kebudayaan Cirebon yang berbeda dari kultur Jawa maupun Sunda.
2. Kesultanan Ternate
![7 Kesultanan Ini Masih Eksis di Indonesia hingga Kini, No 4 Masih Berkuasa]()
Kesultanan Ternate atau Kerajaan Gapi merupakan Kerajaan Islam yang ada di Kepulauan Maluku. Kerajaan yang didirikan oleh Sultan Marhum pada 1257 itu juga merupakan salah satu Kerajaan Islam tertua di Indonesia.
Kesultanan ini memiliki Peran penting di kawasan timur Nusantara, dan mengalami kegemilangan pada paruh abad ke-16. Itu berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militer.
Sampai saat ini, Kesultanan yang didirikan oleh Baab Mashur itu masih ada dan dijabat oleh Sultan Syarifuddin Bin Iskandar Muhammad Djabir Sjah sejak 2016. Meskipun, dia tidak lagi memegang kekuatan politik apapun.
3. Kesultanan Tidore
![7 Kesultanan Ini Masih Eksis di Indonesia hingga Kini, No 4 Masih Berkuasa]()
Kesultanan Tidore merupakan Kerajaan Islam yang berpusat di Kota Tidore, Maluku Utara. Pada masa kejayaannya sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18, kesultanan ini menguasai sebagian besar Pulau Halmahera selatan, Pulau Buru, Pulau Seram, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua Barat.
Kesultanan Tidore menjalani peradaban yang cukup lama dan melalui berbagai tahapan dalam riwayat sejarah Nusantara hingga Indonesia Merdeka pada 1945. Saat itu, Kesultanan Tidore bergabung dengan NKRI.
Sejak 1999, Kesultanan Tidore dihidupkan kembali dalam konteks melestarikan warisan budaya serta sejarah dan masih eksis saat ini. Sultan Tidore saat ini adalah H Husain Alting Syah atau Husain Syah yang menjadi sultan ke-37. Dia juga anggota DPR asal Provinsi Maluku Utara.
4. Kesultanan Yogyakarta
![7 Kesultanan Ini Masih Eksis di Indonesia hingga Kini, No 4 Masih Berkuasa]()
Kesultanan Yogyakarta sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Siapa yang tak kenal dengan Yogyakarta?.
Kesultanan Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat mulanya merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Islam yang terpecah dua. Pembagian wilayah kekuasaan tersebut tertuang dalam Perjanjian Giyanti pada 1755.
Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai sultan dengan gelar Hamengkubuwono I dan berkuasa atas daerah Yogyakarta. Setelah itu, Sri Sultan Hamengkubuwana I mendirikan Keraton di pusat kota yang masih menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.
Pada 1950, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat resmi menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebuah pemerintahan daerah berotonomi khusus setingkat provinsi. Maka Sultan Yogyakarta akan otomatis menjadi Gubernur DIY seumur hidupnya.
Jadi bisa dibilang Yogyakarta adalah satu-satunya Kesultanan atau monarki yang masih berkuasa di Indonesia. Raja Yogyakarta saat ini yakni Sri Sultan Hamengkubawono X berkuasa sebagai Gubernur DIY.
5. Kesultanan Asahan
![7 Kesultanan Ini Masih Eksis di Indonesia hingga Kini, No 4 Masih Berkuasa]()
Kesultanan Asahan adalah sebuah Kesultanan yang berdiri pada 1639 di wilayah yang sekarang menjadi Kota Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu, dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Kesultanan Asahan melebur ke dalam NKRi pada 15 Maret 1946. Pada saat itu, berlaku struktur pemerintahan RI di Asahan dan wilayah Asahan dipimpin oleh Abdullah Eteng sebagai Kepala wilayah dan Sori Harahap sebagai wakil Kepala wilayah.
Lalu, setiap tanggal 15 Maret diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Asahan. Pada Konferensi Pamong Praja se-Keresidenan Sumatera Timur pada Juni 1946 diadakan penyempurnaan struktur pemerintahan, yakni:
Pertama, sebutan Wilayah Asahan diganti dengan sebuta Kabupaten Asahan. Kedua, sebutan Kepala Wilayah diganti dengan sebutan bupati. Ketiga, sebuta wakil kepala wilayah diganti dengan sebutan Patih.
6. Kesultanan Serdang
![7 Kesultanan Ini Masih Eksis di Indonesia hingga Kini, No 4 Masih Berkuasa]()
Kesultanan Serdang berdiri pada 1723 dan bergabung dengan NKRI pada 1946. Seperti kerajaan-kerajaan lain di Pantai timur Sumatera, Serdang menjadi makmur karena dibukanya perkebunan tembakau, karet, dan kelapa sawit.
Baca Juga: Dari Syekh Subakir hingga Mbah Wasil, Penyebar Islam di NusantaraSekarang Kesultanan Serdang masih berdiri, tetapi tidak memiliki kekuasaan dalam pemerintah. Namun, dalam hal tertentu pemerintah juga mengambil keputusan bersama. Kesultanan sampai sekarang masih melestarikan adat istiadat turun-temurun.
7. Kesultanan Deli
![7 Kesultanan Ini Masih Eksis di Indonesia hingga Kini, No 4 Masih Berkuasa]()
Kesultanan yang kini terletak di Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan ini merupakan Kesultanan Melayu yang didirikan pada 1632 oleh Tuanku Panglima Gocah (Pahlawan Nasional Indonesia).
Kesultanan Deli masih tetap eksis hingga sekarang meski tidak lagi mempunyai kekuatan politik, setelah Perang Dunia II berakhir dan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Sultan Deli bergelar Sri Paduka Tuanku Sultan. Sultan Deli saat ini adalah Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam, Sultan Deli XIV, yang memegang tahta sejak 2005.
(jqf)