Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mata Silinder dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter Ahli

mahmuda attar hussein Selasa, 28 Juni 2022 - 15:20 WIB
Mata Silinder dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter Ahli
Mata Silinder dan Cara Mengatasinya Menurut Dokter Ahli. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Menurut dokter ahli, mata silinder adalah gangguan refraksi mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Namun, ada cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Dokter Sagung Gede Indrawati, dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata UGM menjelaskan, astigmatisme atau mata silinder terjadi ketika kornea memiliki lengkungan permukaan yang berbeda satu sama lain.

“Astigmatisme adalah kelainan refraksi yang menyebabkan kabur, tetapi distorsi. Distorsi itu garis yang harusnya lurus jadi bengkok atau patah-patah. Untuk mengembalikan bentuknya ke dalam yang benar, bisa memakai lensa, nah lensanya ini namanya lensa silinder,” jelas Sagung dikutip UGM, Senin (27/6/2022).

Slinder secara garis besar dibagi dua jenis, yaitu silinder internal dan silinder eksternal. Silinder internal disebabkan oleh jaringan di dalam bola mata seperti lensa dan syaraf, baik posisi lensa yang miring, maupun bentuk lensa yang tidak elips atau tidak sempurna, dan ini memang bawaan dari lahir.

Baca Juga: Rabun Jauh, Dokter Mata: Ubah Perilaku Penggunaan Gawai

"Sedangkan silinder eksternal disebabkan oleh kornea. Kornea seseorang kalau seluruh lingkarannya simetris, tidak akan silinder, bisa jadi hanya minus atau normal. Namun jika seluruh lingkaran itu tidak simetris, ada bagian yang flat, atau lebih cembung, seseorang tersebut menderita asigmatisme atau perlu kacamata silinder," jelasnya.

Menurutnya, silinder bisa disebabkan beberapa faktor. Salah satunya seperti saat masa pertumbuhan di mana bola mata mengalami perubahan bentuk.

"Artinya pertumbuhan itu tidak simetris, sehingga yang pada lahir awalnya simetris, tetapi pada saat pertumbuhan, bola mata jadi berubah bentuk," ungkapnya.

Pertumbuhan yang tidak simetris itu, kata dia, disebabkan karena adanya proses pertumbuhan yang terjadi secara tidak bersamaan di daerah kornea. Sehingga menjadi tidak simestris dan menjadi silinder.

Selain itu ada silinder yang disebabkan oleh faktor pencetus ketika dewasa yang membuat seseorang mengalami silinder. Semisal terdapat luka di kornea yang membuatnya harus dijahit, dan terdapat infeksi di kornea dan membuat penyembuhan kornea tidak mulus lagi.

Dia menyarankan, agar orang dengan mata silinder bisa memeriksakannya ke dokter mata. Sehingga penanganannya lebih akurat.

"Pemeriksaan melalui optik menggunakan alat autorefractometer bukan sebuah patokan untuk menentukan hasil kacamata yang dibutuhkan, apakah matanya minus, silinder, atau kombinasi," katanya.

Menurutnya, sebagian besar alat ini juga tidak terkalibrasi, dan kalaupun terkalibrasi alat tersebut tidak bisa membaca fungsi mata manusia.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)