LANGIT7.ID, Jakarta - Menurut
dokter ahli, mata silinder adalah gangguan refraksi mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Namun, ada cara untuk mengatasi masalah tersebut.
Dokter Sagung Gede Indrawati, dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata UGM menjelaskan, astigmatisme atau
mata silinder terjadi ketika kornea memiliki lengkungan permukaan yang berbeda satu sama lain.
“Astigmatisme adalah kelainan refraksi yang menyebabkan kabur, tetapi distorsi. Distorsi itu garis yang harusnya lurus jadi bengkok atau patah-patah. Untuk mengembalikan bentuknya ke dalam yang benar, bisa memakai lensa, nah lensanya ini namanya lensa silinder,” jelas Sagung dikutip UGM, Senin (27/6/2022).
Slinder secara garis besar dibagi dua jenis, yaitu silinder internal dan silinder eksternal. Silinder internal disebabkan oleh jaringan di dalam bola mata seperti lensa dan syaraf, baik posisi lensa yang miring, maupun bentuk lensa yang tidak elips atau tidak sempurna, dan ini memang bawaan dari lahir.
Baca Juga: Rabun Jauh, Dokter Mata: Ubah Perilaku Penggunaan Gawai"Sedangkan silinder eksternal disebabkan oleh kornea. Kornea seseorang kalau seluruh lingkarannya simetris, tidak akan silinder, bisa jadi hanya minus atau normal. Namun jika seluruh lingkaran itu tidak simetris, ada bagian yang flat, atau lebih cembung, seseorang tersebut menderita asigmatisme atau perlu kacamata silinder," jelasnya.
Menurutnya, silinder bisa disebabkan beberapa faktor. Salah satunya seperti saat masa pertumbuhan di mana bola mata mengalami perubahan bentuk.
"Artinya pertumbuhan itu tidak simetris, sehingga yang pada lahir awalnya simetris, tetapi pada saat pertumbuhan, bola mata jadi berubah bentuk," ungkapnya.
Pertumbuhan yang tidak simetris itu, kata dia, disebabkan karena adanya proses pertumbuhan yang terjadi secara tidak bersamaan di daerah kornea. Sehingga menjadi tidak simestris dan menjadi silinder.
Selain itu ada silinder yang disebabkan oleh faktor pencetus ketika dewasa yang membuat seseorang mengalami silinder. Semisal terdapat luka di kornea yang membuatnya harus dijahit, dan terdapat infeksi di kornea dan membuat penyembuhan kornea tidak mulus lagi.
Dia menyarankan, agar orang dengan mata silinder bisa memeriksakannya ke dokter mata. Sehingga penanganannya lebih akurat.
"Pemeriksaan melalui optik menggunakan alat autorefractometer bukan sebuah patokan untuk menentukan hasil kacamata yang dibutuhkan, apakah matanya minus, silinder, atau kombinasi," katanya.
Menurutnya, sebagian besar alat ini juga tidak terkalibrasi, dan kalaupun terkalibrasi alat tersebut tidak bisa membaca fungsi mata manusia.
(bal)