LANGIT7.ID - , Jakarta - Mata adalah organ vital yang berperan penting dalam menjalani aktivitas harian. Ketika orang memiliki masalah mata seperti rabun dekat atau jauh, kacamata pun menjadi solusi untuk mengatasinya.
Dokter spesialis mata, dr Andreas Surya Anugrah Sinaga, SpM membagikan sejumlah saran untuk mencegah kerusakan pada mata.
Cara pertama adalah dengan mengatur atau membatasi waktu penggunaan gawai. dr Andreas menyarankan durasi yang tepat menatap layar ponsel atau komputer adalah satu jam. Aturan tersebut berlaku bagi orang dewasa dan anak-anak.
"Setelah 1 jam, berhenti main
gadget. Beri mata waktu istirahat paling tidak 10-15 menit," jelas dr Andreas kepada Langit7, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Fakta Baru, Sinar Biru Layar Gawai Tidak Merusak MataPerlu diingat, istirahat mata adalah benar-benar tidak melihat layar. Istirahatkan mata dengan aktivitas lain yang tidak bersinggungan dengan layar, baik itu dari gawai maupun televisi.
"Habiskan waktu 15 menit untuk bersenda gurau dengan keluarga. Atau bisa dengan membuka jendela dan melihat ke
luar ruangan. Jika ada waktu lebih, bisa dengan memejamkan mata, tidur sebentar. Intinya tidak melihat
screen sama sekali," tambah dokter yang berpraktek di RSU Hermina ini.
Setelah beristirahat selama 15 menit, aktivitas belajar atau bekerja di depan layar bisa dilanjutkan lagi. Namun, setelah menginjak satu jam menatap layar, istirahatkan kembali mata seperti tadi.
Cara berikutnya adalah mengatur jarak mata dengan layar. Menurut dr Andreas, jarak ideal penggunaan ponsel minimal 30 cm, layar komputer 60 cm, dan televisi minimal 2 meter hingga 3 meter.
"Semakin besar layar, maka semakin jauh pula jarak yang diatur," tambahnya.
Namun, perlu diingat jauhnya jarak tidak hanya berlaku untuk layar, tetapi juga pada yang lainnya misal membaca buku atau menulis.
Menurut optamolog dari Mandaya Hospital Karawang ini, kecenderungan anak-anak sekarang malas untuk duduk saat membaca atau menulis. Mereka mengatasinya dengan posisi tengkurap atau tiduran.
Baca juga: Tak Hanya Genetik, Buta Warna Diderita Akibat Efek SampingPadahal perilaku tersebut akan membuat jarak mata pada buku semakin dekat, sehingga bisa berakibat membawa kerusakan pada indera penglihatan.
"Sebelum ada
gadget, banyak orang menggunakan
kacamata tebal. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang kutu buku atau yang suka membaca buku jadi risikonya sama dengan melihat layar," tuturnya.
"Layar tidak perlu disalahkan terlalu berlebihan, sebab risikonya sama. Permasalahannya terletak pada durasi waktu dan jarak," lanjut dr Andreas.
Menurut dr Andreas, aktivitas melihat dekat lebih melelahkan dibanding dengan melihat jauh. Karena itu bila aktivitas itu dilakukan dalam waktu yang lama bisa mempengaruhi kesehatan mata.
"Melihat dekat itu bisa memicu rabun jauh maka disarankan seimbangkanlah dengan melihat jauh. Usahakan melihat jauh paling banyak di aktivitas luar ruangan," imbuhnya.
Baca juga: Efek Sinar Biru Akibat Screen Time, Apakah Kacamata Radiasi Bisa Mengatasinya?Dia pun mengungkapkan sebuah penelitian terbaru yang menyarankan untuk beraktivitas di luar ruangan minimal 30 menit sampai 1 jam.
"Bisa dibayangkan pada waktu 2 tahun kemarin saat pandemi orang tidak bisa keluar. Sangat wajar jika saat ini kejadiannya banyak anak-anak yang rabun," pungkasnya.
(est)