LANGIT7.ID - , Jakarta - Menyambut Hari Raya Idul Adha, pemerintah melalui
Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah upaya dalam menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda mengatakan, Kementan telah melakukan sejumlah penanganan
PMK, baik itu posko, lalu lintas, distribusi obat, penyediaan vaksin hingga sumber daya manusia (SDM).
"Penanganan posko yaitu ketersediaan gugus tugas di tingkat provinsi, maupun kabupaten yang dipantau dengan TNI dan Polri. Sementara penanganan lalu lintas berupa pembatasan lalu lintas di 19 provinsi berbasis kecamatan," ujar Agung, dalam Forum Merdeka Barat 9, yang digelar virtual, Rabu (29/6/2022).
Baca juga: Jelang Idul Adha, Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban TercukupiSelain itu, Kementan juga melakukan penutupan area penjualan ternak di daerah wabah dan tertular, yang ada di 163 pasar.
Hewan kurban yang berasal dari kecamatan tertular (zona merah) hanya dapat dipotong di daerah tersebut. Kementan juga menyiapkan distribusi obat, ke wilayah terkonfirmasi positif PMK. Saat ini distribusi sudah 61.350 dosis.
"Vaksin juga telah disiapkan dan saat ini sudah terdistribusi 651.705 dosis. Vaksinasi darurat ditargetkan selesai 7 Juli 2922," ujar Agus.
Lebih lanjut, Kementan akan melakukan pendataan dan sosialisasi PMK kepada pedagang hewan kurban dengan membentuk tim pemantauan pemotongan, melibatkan mahasiswa dan organisasi profesi.
Agus menegaskan, Kementan juga sudah melakukan sosialisasi dengan sejumlah pihak, seperti
MUI untuk mendorong pelaksanaan kurban online.
"Kami mensosialisasikan SOP dalam bentuk infografis dan video bersama Kemenag, lembaga atau organisasi keagamaan untuk mendorong pelaksanaan kurban online guna memutus rantai penyebaran PMK. Jadi pengadaan maksimal," ucap Agus.
Baca juga: Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Ini Penjelasan Gus YusufAgus memastikan, ketersediaan hewan kurban sehat untuk Idul Adha 1443 hijriah di Indonesia terjamin meski dilanda wabah PMK.
"Kami tetap mengupayakan pemenuhan ketersediaan hewan kurban sesuai dengan kebutuhan, Insya Allah secara nasional yakin ketersediaan hewan kurban kita masih tercukupi bahkan surplus," tutur Agung.
(est)